Tampilkan posting dengan label Investasi Saham. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Investasi Saham. Tampilkan semua posting

Cara Transaksi Saham Dan Obligasi Di Pasar Modal

Saham dan Obligasi
Untuk bisa bertransaksi saham dan obligasi di pasar modal, kita sebagai investor harus membuka rekening di perusahaan efek terlebih dahulu. Kita bisa membuka rekening di perusahaan efek dengan cara mengisi dan melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Dan secara umum, perusahaan efek yang kita tunjuk sebagai pilihan kita akan mewajibkan kita untuk melakukan deposit dana dengan jumlah tertentu, yang bertujuan sebagai jaminan proses transaksi yang akan kita lakukan. Namun, sebelum kita memutuskan untuk membuka rekening di perusahaan efek dan bisa melakukan transaksi saham dan obligasi di pasar modal, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut :
1. Jika kita ingin berinvestasi pada saham-saham yang baru ditawarkan di pasar perdana, sebaiknya kita pilih perusahaan efek yang secara aktif dalam proses penjaminan emisi efek. Yaitu perusahaan efek yang bertugas untuk mempersiapkan dan mengantarkan/menjembatani sebuah perusahaan untuk menjual efeknya kepada masyarakat luas.
2. Jika kita hanya perlu jasa yang paling mendasar dari perusahaan efek, seperti untuk melakukan transaksi jual atau transaksi beli saham dan obligasi, sebaiknya kita pilih perusahaan efek yang dapat bekerja dan membantu kita secara cepat dan akurat.
3. Apabila kita membutuhkan jasa tambahan seperti masukan dan saran dalam mengambil keputusan berinvestasi, sebaiknya kita pilih perusahaan efek yang mempunyai kemampuan analisa efek dengan tingkat kualifikasi yang baik dan tentunya yang sudah berpengalaman dibidangnya.

Setelah kita yakin bahwa perusahaan efek yang kita pilih adalah perusahaan terbaik yang dapat membantu kelancaran investasi kita, dan kita telah membuka rekening efek yang dibutuhkan untuk transaksi pasar modal, selanjutkan tentu saja kita bisa melakukan order jual/beli saham dan obligasi.

Cara Transaksi Saham
1. Untuk memulai transaksi saham, kita bisa memberikan perintah jual saham atau beli saham ke perusahaan efek. Nah, perintah tersebut bisa kita lakukan dengan menggunakan telpon, secara tertulis, atau bisa juga secara online memanfaatkan jaringan internet. Tergantung dari fasilitas perusahaan efek tersebut, apakah menyediakan layanan online via internet atau tidak. Untuk isi perintah jual/beli, harus memuat nama saham, jumlah lot yang akan dijual atau dibeli, serta berapa harga jual atau harga beli yang kita inginkan.
2. Perintah yang kita berikan selanjutnya akan diverifikasi oleh perusahaan efek tersebut.
3. Kemudian setelah proses verifikasi selesai, selanjutnya perintah kita akan dimasukkan ke dalam sistem perdagangan Bursa Efek.
4. Semua perintah jual/beli saham yang masuk dari seluruh Perusahaan Efek akan dikumpulkan di Bursa Efek, yang akan di proses dalam sistem yang disebut JATS (Jakarta Automated Trading System).

Cara Transaksi Obligasi
1. Untuk memulai perdagangan obligasi, bisa kita lakukan dengan cara membuat penempatan kuota pada sistem perdagangan di BES (Bursa Efek Surabaya), yang disebut dengan sistem OTC-FIS (Over The Counter - Fixed Income Service). Sehingga seluruh kuota yang masuk ke dalam sistem dapat dilihat secara langsung (real time) oleh para pelaku pasar modal lainnya.
2. Melalui data yang ditampilkan oleh sistem OTC-FIS, kita dapat melihat kuotasi yang paling menarik untuk kita pilih.
3. Lalu, apabila kita tertarik untuk membeli/menjual obligasi, kita bisa menghubungi pihak yang akan membeli/menjual obligasi untuk melakukan negosiasi harga.

Secara umum untuk melakukan transaksi saham dan obligasi, prosesnya seperti yang dijelaskan di atas. Kita tinggal membuka rekening efek, melakukan deposit, kemudian bisa langsung melakukan transaksi di pasar modal untuk membeli atau menjual saham dan obligasi.

Baca juga artikel lainnya tentang : 1. Jenis-jenis obligasi 2. Perusahaan Efek (Sekuritas) Online

Sumber : www.pans.co.id
Posted by: Ilham DC
Ilmu Investasi Updated at: 20.34
Comments
0 Comments

Sekuritas Online Trading Di Indonesia

sekuritas online
Kalau dulu, bagi siapa saja yang ingin berinvestasi saham, untuk melakukan transaksi jual beli saham dilakukan dengan cara yang masih konvensional, melalui telpon. Jadi kita harus menelpon pihak sekuritas (broker) dulu untuk membeli atau menjual saham yang kita inginkan. Pastinya sudah terbayang bukan, bagaimana repotnya? Apalagi bila kita ingin place order ketika jam-jam sibuk, sudah barang tentu delay transaksi pasti terjadi. Sementara harga saham terus berubah. 

Nah, seiring perkembangan jaman dan majunya jaringan komunikasi kita, telah banyak sekuritas yang menyediakan layana melalui internet secara online. Dengan hadirnya sekuritas online, memberikan kemudahan bagi kita untuk bertransaksi saham dengan cepat dan nyaman tentunya, tanpa harus khawatir kita ketinggalan kereta karena broker susah dihubungi. Sudahkah banyak perusahaan sekuritas di Indonesia yang menyediakan layanan online trading? Sekuritas apa saja yang telah menyediakan layanan tersebut? Berikut ini beberapa sekuritas yang telah memberikan layanan online bagi investor.

Daftar Sekuritas Online Trading Di Indonesi
1. Mandiri Securities (Mandiri Sekuritas Online Trading)
Alamat kantor : Plaza Mandiri Lt. 28, Jl. Gatot Subroto Kav. 36-38, Jakarta 12190
Telpon : (021) 526-3450
Website : www.most.co.id
Nama layanan online trading : MOST

2. BNI Securities (BNI Sekuritas Online Trading)
Alamat kantor : Ged. BNI 46, Lt. 18 Jl. Jend. Sudirman Kav. 1 Jakarta 10220
Telpon : (021) 570-1205, (021) 515-0212
Website : www.bnisecurities.co.id
Nama layanan online trading :  eSmart
Kode : NI

3. Panin Securities (Panin Sekuritas Online Trading)
Alamat kantor : Ged. BEJ, Tower II,Lt. 17 Suite 1705, Jl. Jend.Sudirman Kav. 52-53, Jakarta
Telpon :(021) 515-3055
Website : www.post.co.id
Nama layanan online trading : POST
Kode : GR

4.Etrading Securities ( Etrading Sekuritas Indonesia)
Alamat kantor : Wisma GKBI Lt 17 Suite 1715, Jl. Jend. Sudirman No. 28, Jakarta 10210
Telpon :(021) 574-1442
Website : www.etrading.co.id
Nama layanan online trading : HOST
Kode : YP

5. Sinarmas Sekuritas Online Trading
Alamat kantor : Plaza BII Tower II, 5th Floor, R. 501, Jl. M.H. Thamrin No. 51, Jakarta 10350
Telpon : (021) 392-5550
Website : www.sinarmassekuritas.co.id
Nama layanan online trading :SIMASNET
Kode : DH

6. Samuel Sekuritas Indonesia
Alamat kantor : Menara Imperium Unit B Lt. 25, Jl. HR. Rasuna Said Kav. 1, Kuningan-Jakarta 12980
Telpon :(021) 8370-1608
Website : e-samuel.com
Nama layanan online trading : e-Samuel
Kode : IF
7. Indo Premier Securites
Alamat kantor : Wisma GKBI Lt 17 Suite 1702 Jl. Jend. Sudirman Kav. 28 Jakarta 10210
Telpon : (021) 5793-1168
Website : www.ipotindonesia.com
Nama layanan online trading : IPOT
Kode : PD

8. Phillip Securities Indonesia
Alamat kantor : Wisma Aetna Life Lt. 28, Jl. Jend. Sudirman Kav. 45-46, Jakarta 12930
Telpon :(021) 577-0011
Website : www.poems.co.id
Nama layanan online trading : POEMS
Kode : KK
9. Anugerah Sekurindo (Anugerah Securindo Indah)
Alamat kantor : Komp Ruko Cempaka Mas Blok M No 1,2,3 Jl. Letjen. Suprapto, Jakarta 10640
Telpon :
Website : www.anugerahsecurindo.co.id
Nama layanan online trading : AOT
Kode : ID
10. IndoSurya (Asjaya Indosurya Securities)
Alamat kantor : Grha Surya Lt. 6 Jl. Setiabudi Selatan I Kav. 9 Jakarta Selatan
Telpon : 021-5790-5068
Website : www.itradeindonesia.com
Nama layanan online trading :IndoSurya
Kode : IP
11. Universal Broker Indonesia
Alamat kantor : Sona Topas Tower Lt. 7 Jl. Jend. Sudirman Kav. 26 Jakarta 12920
Telpon : (021) 250-6570
Website : www.universalbroker.co.id
Nama layanan online trading : EzyDeal
Kode : TF
12. Reliance Securities
Alamat kantor : Menara Batavia Lt. 27, Jl. K.H. Mas Mansyur Kav. 126, Jakarta 10220 Bag. Settelment ada di pluit telp (021) 661-7768 dan Fax (021) 661-9884
Telpon :(021) 5793-0008
Website : www.relitrade.com
Nama layanan online trading : Relitrade
Kode : RL
13. OSK Nusadana Securites
Alamat kantor : Plaza Lippo Lt. 14, Suite 1401 Jl. Jend. Sudirman Kav. 25 Jakarta 12920
Telpon : (021) 520-4599, (021) 5210559
Website : www.content.osk188.co.id
Nama layanan online trading :OSK188
Kode : DR

14. Danareksa Sekuritas
Alamat kantor : Gedung Danareksa Lt. 2, Jl. Medan Merdeka Selatan No. 14, Jakarta 10110
Telpon : (021) 350-9777
Website : www.danareksaonline.com
Nama layanan online trading : D'ONE
Kode : OD
15. King Eng Securities
Alamat kantor : Plaza Bapindo-Citibank Tower Lt.17 Jl. Jend Sudirman Kav. 54-55 Jakarta 12190
Telpon : (021) 2557-1188
Website : www.kimeng.co.id
Nama layanan online trading : KE-Trade
Kode : ZP

16. Panca Globa Securites Tbk
Alamat kantor : Gedung BEJ Tower I, Lt.17 Suite 1706A, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190
Telpon : (021) 515-5456
Website : www.pancaglobal.co.id
Nama layanan online trading : PG Solid
Kode : PG

17. Cimb Securities Indonesia
Alamat Kantor : Gedung BEJ Tower I, Lt. 16/F, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta
Telpon: (021) 515-1330
Website : www.itradecimb.co.id
Nama layanan online trading : Itrade
Kode : YU

18. Bahana Securities
Alamat Kantor : Graha Niaga Lanitai 19. Jl Jendral Sudirman, Kav 58 Jakarta 12190
Telpon : (021) 2505081
Website : www.bahana.co.id
Nama layanan online trading : Direct Trading

19. Danpac Securities (Danpac Futures)
Alamat Kantor : Gedung Equity Tower Lt. 9 Unit A dan E SCBD LOT 9 JL Jend Sudirman Kav 52-53 Senayan Kebayoran Baru Indonesia 12190
Telpon : (021) 720-1010
Website : www.danpac.co.id
Kode : BQ

20. Trimegah Securities Tbk
Alamat Kantor : Ged. Artha Graha Lt. 18 & 31, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta
Telpon : (021) 515-2233
Website : www.itrimegah.com
Kode : LG

21. MNC Securities
Alamat Kantor : Gedung Bimantara Menara Kebon Sirih, Lt. 4 – 5 Jl. Kebon Sirih No. 17-19 Jakarta 10340
Telpon : (021) 392 2000, (021) 392 5000
Website : www.mncsecurities.com
Kode : EP

22. Valbury Asia Securities
Alamat Kantor : Menara Karya Lt. 9 Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 1-2 Jakarta 12950
Telpon : (021) 255 33600
Website : www.valbury.com
Kode : CP

23. Trust Securities
Alamat Kantor : Kantor Pusat : Rukan Permata Senayan Blok B-10-11 Jl. Tentara Pelajar X, Jakarta 12210 Galeri Efek : Graha Kencana Lt. 9 Jl. Raya Perjuangan No. 88 Kebon Jeruk, Jakarta 11530
Telpon : (021) 536-1337, (021) 5794-0678
Website : www.trust.co.id
Kode : BR

24. Millenium Danatama Sekuritas
Alamat Kantor : Ruko Mediterania II Blok N8 No. N-P Pantai Indah Kapuk – Jakarta Utara 14460
Telpon : (021) 5596-6588
Website : www.mds.co.id
Kode : SM

Dari daftar sekuritas online trading di atas, manakah yang menjadi sekuritas online terbaik? Sebaiknya sebelum memutuskan untuk menggunakan layanan salah satu sekuritas online tersebut, baca artikel kami sebelumnya mengenai "cara memilih sekuritas bagi pemula". 

Artikel ini kami posting semata-mata hanya untuk memberikan informasi tentang beberapa perusahaan sekuritas yang memberikan layanan online trading. Penulisan dilakukan secara acak, jadi pengurutan berdasarkan nomor sama sekali tidak berkaitan dengan peringkat sekuritas terbaik atau bukan. Untuk mendapatkan update mengenai daftar sekuritas online terbaik, silahkan pantau terus website kami.

*) Disadur dari berbagai sumber
Posted by: Ilham DC
Ilmu Investasi Updated at: 13.51
Comments
0 Comments

9 Strategi Memilih Saham Potensial

memilih saham potensial
Kita sudah membahas pentingnya memiliki strategi dalam memilih saham. Dalam ulasan tersebut, sudah dijabarkan dengan lengkap semua alasan mengapa kita perlu mempersiapkan strategi untuk menentukan saham potensial sebagai instrumen investasi yang dapat memberikan keuntungan yang besar. Nah, kali ini kita akan masuk dalam pembahasan mengenai 9 strategi yang dapat kita gunakan dalam memilih saham potensial. Namun, sebelum kita masuk dalam pokok bahasan kita, ada hal penting yang harus kita ingat. Dari ke-sepuluh strategi ini tentunya tidak perlu kita terapkan semua, kita hanya memakai salah satu atau beberapa strategi memilih saham yang sesuai dengan karakter kita. Sudah barang tentu kita bakalan pusing bukan kalau harus menerapkan sepuluh strategi sekaligus? Bukannya mempermudah malah bikin ribet tentunya. Lalu, apa saja strategi yang bisa kita gunakan? Berikut ini 9 strategi saham yang bisa kita gunakan untuk memilih dan menentukan saham mana yang paling potensial :

1. Strategi Analisis Fundamental
Strategi ini digunakan untuk menganalisa fundamental perusahaan dan mengetahui nilai intrinsik saham peruhaan tersebut. Memang cara ini bakalan membutuhkan banyak waktu dan energi, karena banyak hal yang harus kita analisa guna mendapatkan saham-saham potensial. Namu, hasil yang didapatkan akan sangat memuaskan. Strategi ini dipakai untuk mencari saham yang memiliki potensi untuk dijadikan instrumen investasi jangka panjang. Baca juga: "Kelebihan dan kelemahan analisis fundamental".

2. Strategi Analisis Kualitatif
Menilai sebuah perusahaan tidak hanya melibatkan kumpulan angka-angka dan arus kas, tapi perlu melihat perusahaan tersebut secara umum dan melihat kualitas perusahaan tersebut secara subjektif. Intinya dalam analisis kualitatif kita lebih di tuntut untuk subjektif berdasarkan fakta-fakta yang ada. Untuk melakukan analisis faktor kualitatif untuk memilih saham, ada beberapa hal yang sering dipertimbangkan. Antara lain : manajemen perusahaan, cara kerja perusahaan (apa yang dihasilkan, bagaimana cara memperoleh keuntungan), sektor industri dan kompetitor di sektor terebut, merk dagangnya, dan hal-hal sederhana yang bisa meningkatkan potensi perusahaan tersebut.

Menilai sebuah perusahaan dari sudut pandang kualitatif dan menentukan apakah kita harus berinvestasi di dalamnya adalah sama pentingnya dengan melihat penjualan dan laba. Strategi ini mungkin salah satu yang paling sederhana, tetapi juga salah satu cara yang paling efektif untuk mengevaluasi potensi investasi.

3. Strategi Value Investing
Value investing adalah salah satu strategi terbaik untuk memilih saham potensial. Pada tahun 1930, Benjamin Graham dan David Dodd, profesor keuangan di Universitas Columbia, menyusun apa-apa saja yang dianggap sebagai kerangka value investing. Konsep ini sebenarnya sangat sederhana : yaitu menemukan perusahaan perdagangan di bawah nilai perusahaan tersebut.
 
Value investing mencari saham dengan fundamental yang kuat - termasuk pendapatan, dividen, nilai buku, dan arus kas - yang menjual dengan harga murah, mengingat kualitas mereka. Value investor mencari perusahaan yang tampaknya akan benar dihargai (undervalued) oleh pasar dan karena itu memiliki potensi untuk meningkatkan harga saham ketika pasar mengoreksi kesalahan dalam penilaian. Baca juga : "Value Investing - Oleh Ellen May"


4. Strategi Growth Investing
Growth investor atau investor yang menggunakan strategi growth investing, fokus pada pertumbuhan saham. Prinsip dasar investasi dengan strategi ini adalah mencari perusahaan yang terus berekspansi dan terus meningkatkan modal yang digunakan untuk menciptakan produk baru dan menggunakan teknologi baru. Biasanya harga saham dengan ciri tersebut sangat mahal. Tapi karena investor yakin bahwa pertumbuhan perusahaan yang terus melakukan ekspansi dan peningkatan di semua lini, akan menjamin bahwa investasi akan membuahkan hasil dalam jangka panjang. Baca lebih lengkap : "Growth Investing - Oleh Ellen May"
5. Strategi GARP Investing
Strategi ini adalah kombinasi antara value investing dan growth investing. Dalam penerapannya, kita mencari perusahaan yang harga sahamnya undervalued tetapi punya potensi pertumbuhan yang besar dalam jangka panjang. GARP investing bisa dibilang sebagai strategi investasi saham yang sempurna. Tapi tentunya untuk mengkombinasikan antara value investing dan growth investing tidak semudah apa yang kita dengar. Kalau kita tidak tahu dan mengerti betul bagaimana menggunakan value dan growth investing, kita bisa salah beli saham lo. Seharusnya kita bisa beli saham terbaik, tapi malah beli saham kelas bawah akibat kesalahan strategi. Tapi, investor besar seperti Peter Lynch telah membuktikan, hasil yang didapat dari penerapan strategi ini sebanding dengan waktu yang kita gunakan untuk belajar tehnik GARP. Dengan menerapkan strategi GARP, hasil jangka panjang investasi kita akan lebih manis.

6. Strategi Income Investing
Strategi ini bertujuan untuk memilih perusahaan yang memberikan profit yang tetap dan terus menerus, strategi ini dipercaya sebagai strategi paling mudah untuk diterapkan. Ketika kita berfikir tentang "pendapatan tetap" kita mungkin langsung berfikir tentang pendapatan tetap yang bisa kita dapat dari reksadana atau obligasi. Tapi nyatanya, investasi saham juga bisa memberikan pendapatan tetap dengan pembayaran deviden. Penjelasan lebih lengkap mengenai strategi ini, bisa dibaca di sini : Income investing - oleh Ellen May

7. Strategi CAN SLIM
Strategi ini sangat baik untuk digunakan karena memberikan panduan yang jelas untuk diterapkan serta meminimaliris subjektifitas kita dalam memilih saham. Bisa dibilang, strategi Can Slim adalah strategi terbaik untuk memilih saham. Karena dalam penerapannya ada kombinasi nilai (value), pertumbuhan (growth), alanisis fundamental, serta sedikit penggunaan analisis teknikal. Baca juga " Dahsyatnya Strategi Can Slim".

8. Strategi Dogs of The Dow
Strategi ini pertama kali dipopulerkan oleh Michael Higgins dalam bukunya "Beating the dow". Dog of the dow yang dimaksud disini adalah 10 dari 30 perusahaan yang tercatat pada Down Jones Industrial Average (DJIA), sebagai perusahaan yang memiliki tingkat deviden tertinggi. Jadi strategi ini digunakan untuk memilih saham-saham di bursa Dow Jones ya, bukan bursa lokal.Strategi dogs of the dow adalah strategi yang cukup simpel dan efektif berdasarkan hasil yang diberikan selama 50 tahun terakhir.

9. Strategi Analisis Teknikal
Para pengguna teknikal analisis untuk memilih saham, akan menganalisa statistik aktifitas pasar terakhir (harga dan volume transaksi) sebelum menentukan saham mana yang akan dipilih. Ada juga yang menggunakan chart dan beberapa indikator untuk memprediksi pergerakan harga selanjutnya. Nah, yang seperti ini dikenal sebagai seorang chartist. Tidak seperti strategi memilih saham lainnya, teknikal analisis punya konsep sendiri dan tentunya sangat berbeda analisis fundamental. Untuk menguasai tehnik dan strategi analisis teknikal, kita membutuhkan kedisiplinan dan kecerdasan. Baca juga : "Prinsip penting analisis teknikal".

Itulah 9 strategi yang dapat kita gunakan untuk memilih saham potensial. Tentunya dari kesembilan cara yang bisa kita gunakan tersebut, tidak semua strategi bisa cocok dengan karakter kita. Jadi, kalau mau lebih efektif menggunakan strategi memilih saham potensial, pilih strategi yang kita sendiri nyaman untuk menggunakannya. Pahami secara lengkap tentang strategi yang kita pilih. Kemampuan kita menggunakan strategi tersebut, akan menentukan hasil pemilihan saham yang akan kita dapatkan.

Sumber :Investopedia.com
Posted by: Ilham DC
Ilmu Investasi Updated at: 14.38
Comments
0 Comments

Mengenal Apa Itu Saham Defensif

saham defensif
Ada yang tahu apa yang dimaksud dengan saham defensif? Sebenarnya apa sih saham defensif itu? Saham defensif adalah saham dari perusahaan yang kinerjanya hampir tidak terpengaruh dengan kondisi perekonomian dunia maupun nasional. Saham ini juga sering disebut dengan saham non-siklikal, karena memang tidak terpengaruh dengan siklus ekonimi. Pokoknya tahan banting lah. Kok bisa begitu? Karena perusahaan saham defensif umumnya bergerak pada bidang kebutuhan primer dan sekunder. Makanan dan pakaian misalnya. Kebutuhan primer memang selalu dibutuhkan konsumen setiap hari. Makanya permintaan akan terus ada walaupun perekonomian sedang bergejolak.

Nah, Kira-kira saham apa saja yang termasuk dalam saham defensif? Yang jelas beberapa saham dari sektor konsumsi, jasa, properti, dan medikal. Contoh yang bisa diambil dari beberapa sektor tersebut misalnya: UNVR, GGRM, JSMR, KLBF, KAEF, SMGR, dan lain sebagainya.

Perlu diketahui juga, sebenarnya saham defensif ini tidak terlalu berfluktuasi tinggi. Makanya kurang cocok apabila kita jadikan sebagai alat investasi jangka pendek. Makanya ciri utama dari saham defensif ini umumnya punya beta kurang dari 1. Serta PER yang cukup rendah dibanding saham siklikal yang lain. Mungkin ada yang bertanya, kenapa salah satu saham defensif UNVR, bisa jadi top mover IHSG hari ini padahal katanya kan fluktuasinya rendah? Hal ini karena pelaku pasar mulai sadar kondisi perekonomian kita yang lagi hot isu kenaikan BBM. Makanya pada beralih ke saham defensif. Oh iya, selain itu saham defensif juga cocok dikoleksi saat adanya isu "Sell on May", "Bloody May", atau apalah itu yang serba bulan Mei.

Walaupun fluktuasinya cukup rendah tapi saham defensif ini sangat cocok untuk investasi long term (investasi jangka panjang). So, don't be hesitate! Kali aja ada yang tujuan investasinya buat modal nikah dua tahun kedepan. Nah, beli saja saham defensif. Mudah-mudahan aman dan target profitnya tercapai! Tapi jangan asal sih, tergantung perusahaannya juga. Kalo menurut kami saham defensif yang terbaik itu UNVR, soalnya sudah mature bisnisnya. Selamat berburu saham-saham defensif :)

Disadur dari Kultwit tentang Mengenal Apa Itu Saham Defensif oleh Pasar Modal UII
Twitter account: @KSPM_FEUII
Untuk selengkapnya bisa dilihat disini : http://chirpstory.com/li/72987
Posted by: Ilham DC
Ilmu Investasi Updated at: 06.05
Comments
0 Comments

Cara Membuat Trading Plan Saham

trading plan saham
Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan trading plan itu? Kenapa investor dan trader harus punya trading plan sendiri? Trading plan adalah wujud adanya sistem dalam bisnis trading yang mengatur aktivitas trading supaya lebih efektif dan meminimalkan resiko. Kebanyakan trader sering bertransaksi berdasar feeling atau berita yang beredar tanpa analisa. Hal ini cenderung mengarah ke judi. Seperti halnya bisnis yang lain makanya dalam trading juga diperlukan perencanaan agar jauh dari kesan spekulasi. Dengan trading plan, trader akan lebih terbantu untuk menentukan risk/reward yang diinginkan serta mengurangi emosi saat trading.

Terus bagaimana cara membuat trading plan saham yang sesuai dengan karakter kita bertransaksi? Berikut ini beberapa hal yang dapat kita lakukan :
1. Tentukan kapan kita masuk pasar
Dalam hal ini, time frame yang kita pakai apakah daily, weekly, atau bahkan sebulan sekali. Sesuaikan sama waktu senggang yang kita miliki. 

2. Tentukan batas profit maksimal (menentukan T/P)
Kita tentukan berapa target profit maksimal yang ingin kita dapatkan. Jangan lupa untuk memikirkan tingkat resiko atau batas cut loss. Nah, batas take profit/stop loss ini berbeda sesuai dengan waktu trading kita. Idealnya untuk TP/SL adalah 1:3. Maksudnya setiap TP 100 rupiah, dibatasi dengan memkai SL 300 rupiah. Tapi ini tidak mutlak harus menggunakan patokan segitu, terserah setiap trader. Yang terpenting kita harus ada TP/SL.

3. Tentukan waktu entry/exit pasar
Setelah menentukan TP/SL, selanjutnya trader harus punya sistem kapan untuk entry beli saham dan exit untuk menjual saham yang dimiliki. Cara menentukan entry/exit ini bisa dengan support (batas bawah) dan resisten (batas atas) pada analisa teknikal. Cara menentukan suport dan resisten ini ada banyak. Bisa dengan indikator Moving Average, Bollinger Band, Pivot Points, atau kombinasinya. Nah, bagian ini lah yang kudu agak mikir. Tapi inget, kalau sudah punya strateginya jangan sekali-kali pakai strategi lain. Ini penting! Kenapa disarankan untuk menggunakan satu strategi saja? Karena setiap strategi punya karakter sendiri. Nanti hasil analisanya bisa berbeda. 

4. Patuhi trading plan kita
Yang terpenting dari trading plan adalah bagaimana cara kita mematuhinya. Jadi, sebisa mungkin jangan keluar dari trading plan. INGAT! Keluar dari trading plan berarti sama saja kita tidak punya aturan dalam berbisnis. Waspadalah, waspadalah! 

Disadur dari Kultwit tentang Cara Membuat Trading Plan Saham oleh Pasar Modal UII
Twitter account: @KSPM_FEUII
Untuk selengkapnya bisa dilihat disini : http://chirpstory.com/li/78079
Posted by: Ilham DC
Ilmu Investasi Updated at: 22.39
Comments
0 Comments

Strategi Day Trading Saham Untuk Pemula

strategi day trading
Ketika kita memilih term trading harian (day trading), artinya kita melakukan open posisi buy dan sell di hari yang sama. Seorang day trader, umumnya menggunakan modal dengan jumlah besar untuk memperoleh profit dari volatilitas pergerakan harga saham atau indek.  Dan keuntungan yang dikejar biasanya cuma beberapa poin saja. Nah, kali ini yang akan kita bahas adalah strategi day trading saham yang bisa kita gunakan sebagai acuan untuk para retail trader (trader perorangan) khususnya untuk trader yang masih pemula.

A. Strategi Awal
Saham tertentu akan sangat cocok kita jadikan sebagai lahan day trading. Untuk itu sangat penting kita cari tahu dulu mengenai salah satu atau beberapa saham, dimana kita mengenalnya dengan baik. Mengenal seluk beluknya dan tentunya kita akan merasa nyaman disaat men-trading-kan saham tersebut. Biasanya seorang day trader akan melihat 2 hal pada sebuah saham, yaitu : likuiditasnya dan volatilitasnya. Likuiditas artinya kita bisa keluar dan masuk pasar dengan harga saham yang bagus, sedangkan volatilitas berarti naik-turunnya harga saham tersebut per harinya sesuai dengan harapan kita. Yang perlu diingat mengenai volatilitas harga, semakin volatil pergerakan harga suatu saham artinya kita bisa untung lebih besar dan rugi lebih besar pula.

Ketika kita sudah menentukan saham yang akan kita gunakan untuk trading harian, Selanjutnya kita perlu cari tahu gimana cara menentukan kapan saat yang tepat melakukan trading (entry point). Kita bisa gunakan 3 cara berikut untuk menentukan entry point dalam day trading : 1. Intraday Chart Candlestick, 2. ECN, 3. Berita Harian

B. Mencari Target
Untuk mencari target harga saham yang kita incar, sangat tergantung dengan gaya trading kita. Ada beberapa  strategi trading yang biasa dipakai untuk trading harian, antara lain : Scalping, Fading, Pivots Harian, dan Strategi Momentum.

Scalping - adalah salah satu strategi day trading yang sangat populer. Trader yang menggunakan strategi ini akan langsung keluar pasar begitu sudah profit, tidak menunggu lama untuk close transaksi.

Fading - dalam strategi ini trader akan langsung memilih saham begitu melihat harga begitu cepat naik. Ada tiga hal yang menjadi acuan dalam strategi ini, yaitu : 1. Terjadi overbought, 2. Beberapa pembeli sudah mulai mengambil keuntungan, 3. Terjadi ketakukan untuk keluar pasar pada pembeli yang sudah terlanjur open posisi. Meskipun sangat berisiko, strategi ini cukup menguntungkan. Target harga ditentukan setelah adanya pergerakan harga lagi.

Pivots Harian - strategi ini memanfaatkan volatilitas harga saham untuk memperoleh profit maksimal. Caranya dengan membeli pada saat harga terendah harian, dan menjual saat harga tertinggi harian.

Momentum - strategi ini dipakai biasanya berbarengan dengan adanya release suatu brita yang dipercaya dapat mempengaruhi pergerakan harga saham. Juga dipakai ketika ada volume transaksi besar yang menyebabkan pergerakan pasar yang cukup kuat. Contoh : kita akan open posisi ketika ada release suatu berita dan ketika trend sedang naik, dan close position ketika ada tanda-tanda pembalikan arah.

C. Menentukan Stop Loss
Kalau kita sering menggunakan margin trading, kita akan lebih rentan terkena imbas naik-turunnya harga yang tajam jika dibandingkan dengan seorang trader yang tidak menggunakan margin. Untuk itu, menentukan stop loss sangatlah penting dalam day trading. Salah satu caranya adalah dengan menentukan 2 stop loss skaligus :
1. Stop Loss Fisik
yaitu, kita menentukan stop loss secara fisik pada harga tertentu dengan menggunakan pertimbangan besarnya toleransi resiko yang bisa kita terima.

2.Stop Loss Mental
yaitu, kita menentukan stop loss secara mental (maksudnya kita menanamkan pada benak kita), apabila ada pergerakan harga yang tidak terduga dan tidak sesuai dengan prediksi kita, maka kita kita akan segera keluar dari pasar.

Tapi ada juga trader yang menetapkan aturan lain dalam menentukan stop loss, misalnya menentukan kerugian maksimal harian baik kerugian finansial maupun mental yang bisa kita terima. Nah, ketika mereka merasa mencapai titik itu, mereka langsung stop trading pada hari itu dan memilih untuk istirahat dan refreshing. Malah terkadang seorang trader berpengalaman, akan mencoba untuk rugi sebelum pasar harian tutup, atau mengambil resiko yang tidak perlu dalam transaksinya. Mungkin ini dimaksudkan untuk mengasah insting mereka ya...

D. Melakukan Evaluasi Trading Yang Telah Kita Lakukan
Banyak orang memilih menjadi day trader mengharapkan untuk membuat keuntungan tiga digit setiap tahun dengan sedikit usaha. Pada kenyataannya, banyak day trader justru kehilangan uang. Namun, dengan menggunakan strategi yang tepat, dan kita bisa dengan nyaman menggunakannya, kita dapat meningkatkan kesempatan kita untuk memperoleh profit besar.

Nah, untuk itu kita perlu melakukan evaluasi pada semua hal yang kita lakukan dalam day trading. Bagaimana cara seorang day trader melakukan evaluasi trading nya? Biasanya mereka tidak menggunakan persentasi laba-rugi sebagai patokan evaluasi, melainkan dengan melihat seberapa dekat mereka mematuhi aturan-aturan yang ada dalam strategi yang mereka gunakan. Dan nyatanya, akan sangat penting untuk mengikuti strategi kita terlebih dahulu daripada berfikir untuk profit duluan. Dengan mindset semacam ini, kita akan lebih mudah untuk mengidentifikas kesalahan yang timbul pada strategi yang kita pakai dan lebih mudah untuk memperbaiki kesalahan tersebut, hingga pada akhirnya kita akan menemukan strategi day trading saham terbaik untuk diri kita sendiri.

Day trading adalah cara trading yang pastinya sulit untuk dikuasai. Akibatnya, banyak yang gagal ketika mencoba menerapkan strategi ini. Beberapa teknik yang dijelaskan di atas dapat membantu kita membuat strategi yang menguntungkan,  dan dengan cukup praktek serta evaluasi kinerja yang konsisten, kita dapat meningkatkan peluang kita untuk memperoleh keuntungan yang maksimal. Apalagi kita yang masih pemula, tentunya kita harus lebih banyak lagi belajar, praktek dan melakukan evaluasi sehingga nantinya kita bisa menjadi day trader handal.

Sumber : Investopedia.com
Posted by: Ilham DC
Ilmu Investasi Updated at: 13.13
Comments
0 Comments

Kenapa Kita Membutuhkan Strategi Dalam Memilih Saham?

strategi memilih saham
Tidak dipungkiri, siapa saja bisa meraih untung yang berlimpah dari berinvestasi saham. Namun, tentunya keuntungan yang dapat kita raih tersebut tidak terlepas dari strategi kita dalam memilih saham. Dengan kata lain, jika kita ingin suskses berinvestasi saham, kita harus tahu bagaimana cara memilih dan menentukan saham yang akan kita beli dengan baik dan benar, tidak asal-asalan. Seperti yang kita ketahui, berinvestasi saham ibarat bermain roller coaster. Kadang pasar bergerak naik dan turun seketika. Artinya, apabila kita tidak ingin terjerembab dalam kelamnya dunia saham, kita harus punya strategi ampuh dalam menentukan saham apa saja yang akan kita jadikan alat investasi kita. Nah, tahukah alasan kenapa kita sangat membutuhkan strategi tersebut? Berikut ini beberapa alasan kenapa kita membutuhkan strategi dalam memilih saham : 

1. Ada banyak faktor yang  bisa mempengaruhi kesehatan perusahaan.
Bisa dikatakan akan sangat sulit untuk menentukan rumusan khusus untuk mengetahui apakah saham sebuah perusahaan bisa memberikan keuntungan dimasa yang akan datang. Jadi kita perlu mengumpulkan banyak data yang bisa kita jadikan acuan, tapi kita tetap harus melihat data-data tersebut secara relevan.

2. Banyak informasi yang tidak berwujud dan tidak dapat diukur.  
Aspek kuantitatif dari sebuah perusahaan, misalnya keuntungan, data dan informasi detailnya tentu akan mudah kita dapatkan dan kita baca. Tapi bagaimana kita mengukur faktor-faktor kualitatif, seperti staf perusahaan, keunggulan kompetitif, reputasi dan sebagainya? Kombinasi aspek berwujud dan tidak berwujud tersebut membuat kita harus lebih subyektif dalam memilih salam. Dengan kata lain, proses tersebut akan cenderung lebih intuitif.

3. Karena manusia sering kali tidak rasional.
Ada unsur yang melekat dalam kekuatan yang menggerakkan pasar saham, saham tidak selalu bergerak sesuai dengan kengininan kita. Emosi dapat berubah dengan cepat dan tak terduga. Dan sayangnya, ketika keyakinan berubah menjadi ketakutan, pasar saham bisa menjadi tempat yang berbahaya. 

Inti dari ketiga poin di atas adalah bahwa tidak ada satu cara pasti untuk memilih saham. Sebuah strategi yang seringkali di gembar-gemborkan terkadang tidak lebih dari penerapan sebuah teori belaka, dan kadang malah menjadi sebuah "tebakan terbaik" tentang bagaimana cara berinvestasi saham. Tapi tidak bisa dipungkiri juga, kalau terkadang dua teori yang tampaknya bertentangan bisa sukses pada waktu yang sama. Teori memang penting, tapi ada lagi yang juga penting, yaitu strategi. Kita bisa saja berkutat dengan teori-teori saham sebagai landasan kita memahami investasi ini, namun kita juga tidak bisa mengabaikan strategi yang akan kita pakai. Dan tentunya strategi tersebut harus sesuai dengan pandangan pribadi kita masing-masing, yang meliputi : kerangka waktu (time frame) yang kita gunakan, toleransi resiko yang bisa kita terima, dan banyanya waktu yang kita luangkan untuk memilih saham.

Pada akhirnya, kita sendiri mungkin akan bertanya-tanya kenapa memilih saham sangat penting? Kenapa kita harus pusing-pusing? Kenapa kita harus meluangkan banyak waktu untuk melakukannya? Jawabannya sederhana: kekayaan. Jika kita menjadi seorang yang pintar memilih saham, sudah barang tentu kita bisa melipat gandakan kekayaan kita secara eksponensial. 

Kita ambil contoh saham Microsoft, Seandainya kita berinvestasi pada perusahaan milik Bill Gates tersebut ketika IPO pada tahun 1986, dan cuma berinvestasi di saham tersebut, sudah dipastikan saat ini kita sudah untung besar. Karena pada tahun 2004 (nyari data terbaru belum ketemu), nilai per lembar saham Microsoft mencapai kenaikan sebesar 35,000 persen. Dengan kata lain, apabila saat itu kita menginvestasikan dana kita sebesar $ 10,000 maka pada tahun 2004 uang kita akan menjadi $ 3,500,000! Luar biasa bukan? Tapi kalau kita pada waktu itu tidak punya strategi yang memandu kita untuk mengarah pada saham Microsoft yang potensial, sudah barang tentu kita tidak akan meraih profit sebesar itu.

Dari ilustrasi tersebut sudah bisa kita tangkap, bahwa strategi memilih saham sangat kita butuhkan apabila kita berkeinginan untuk sukses berinvestasi saham. Bisnis ini bukan bisnis asal-asalan, jika kita ingin sukses ya harus banyak belajar. Kalau kita mau bangkrut, ya silahkan asal-asalan :)

Demikian ulasan mengenai kenapa kita membutuhkan strategi dalam memilih saham. Semoga artikel ini memberikan pencerahan untuk kita semua khususnya bagi para pendatang baru di bisnis ini. Pada artikel selanjutnya, akan kami ulas mengenai "10 Strategi Dalam Memilih Saham". Jangan sampai ketinggalan ya! Silahkan berlangganan artikel kami via RSS Feeds, untuk mendapatkan update terbaru.
 
Sumber : Investopedia.com
Posted by: Ilham DC
Ilmu Investasi Updated at: 02.28
Comments
0 Comments

Cara Menjadi Trader Saham

menjadi trader saham
Image Courtesy Financeroll.co.id
Investasi saham merupakan sebuah bisnis yang sangat menjanjikan. Kita bisa memperoleh keuntungan besar dalam waktu cukup singkat. Meskipun pada dasarnya, berinvestasi saham bukan jalan pintas untuk bisa cepat kaya. Karena apabila kita tidak tahu caranya, resikonya adalah kehilangan semua modal. Bagaimana cara berinvestasi saham? Ada dua cara yang bisa kita lakukan., yaitu dengan menjadi seorang trader saham yang secara aktif bertransaksi di pasar modal atau menjadi investor yang lebih mengutamakan profit jangka panjang.

Nah, kali ini yang kita bahas adalah bagaimana cara menjadi trader. Ada beberapa langkah-langkah yang harus kita lakukan. Berikut ini adalah 10 langkah yang harus kita persiapkan untuk menjadi seorang trader saham :

1. Luangkan Waktu Untuk Belajar Trading Dengan Baik Dan Benar
Jangan terburu-buru memutuskan untuk terjun langsung di dunia trading sebelum kita tahu benar bagaimana cara trading yang baik. Banyak tips cara trading saham yang bisa kita pelajari, baik dari buku maupun dari sumber di internet (salah satunya adalah belajar trading saham melalui ilmu-investasi.com).

Untuk langkah awal ini, kita harus tahu semua proses trading itu seperti apa. Kita kenali seluk-beluknya secara lebih detail. Mulai dari istilah-istilah yang digunakan oleh para trader saham di bursa, cara melakukan analisis, melakukan management portofolio, hingga cara mengatur psikologi trading. Kita pelajari dengan seksama. Tidak ada kisah sukses yang tidak melalui proses pembelajaran terlebih dahulu. Kita juga bisa manfaatkan simulasi trading online geratis yang disediakan oleh beberapa website untuk belajar trading saham secara langsung.

2. Tentukan Time Frame Trading Yang Akan Kita Pakai
Apakah kita akan kenjadi seorang trader dengan rentang waktu trading beberapa jam, harian, mingguan, atau beberapa bulan kedepan? Kita harus menentukannya dari awal. Cara yang terbaik adalah menyesuaikan time frame yang akan kita gunakan dengan waktu efektif yang kita miliki. Misal, apabila kita punya waktu luang setiap hari, kita bisa gunakan waktu kita untuk memelototi layar monitor setiap harinya dan menggunakan time frame per jam atau harian untuk trading. Namun, untuk seorang trader saham pemula, sangat disarankan untuk memilih rentang waktu trading yang lebih panjang, misal : mingguan atau beberapa bulan kedepan. Karena semakin sempit rentang waktu yang digunakan, maka fluktuasi saham dan resikonya semakin besar.

3. Pilih Strategi Trading
Ada banyak pilihan strategi trading, mulai dari scalper, day trading, swing trading, dan position trading. Jika kita mampu menjadi trader saham agresif, kita bisa memilih sebagai scalper, yang menggunakan time frame trading dalam beberapa menit hingga 5 menit-an. Day trading menggunakan time frame per 15 menit hingga 1 jam. Untuk trader pemula, sebaiknya pilih strategi trading yang lebih pasif. Kita bisa memilih sebagai swing trader ataupun menjadi position trader. Yang menggunakan time frame harian, mingguan hingga beberapa bulan kedepan dan cenderung lebih pasif ketimbang scalper dan day trader. Mengingat, semakin aktif seseorang dalam trading maka semakin banyak energi dan konsentrasi yang digunakan dan semakin besar pula resiko yang harus dihadapi.

4. Memilih Sekuritas
Setelah kita belajar lebih banyak tentang trading dan telah menentukan pilihan time frame serta strategi yang nantinya akan kita pakai, selanjutnya adalah memilih perusahaan sekuritas terbaik yang akan membantu dan memfasilitasi kita dalam melakukan trading di pasar saham. Kita akan dibantu untuk membuat rekening trading hingga diberikan pengetahuan dasar tentang trading itu sendiri. Cara memilih sekuritas dapat dilihat di artikel berikut : "Tips Bagaimana Cara Memilih Sekuritas". Kita manfaatkan fasilitas yang diberikan. Kita bisa mencoba untuk trading dengan menggunakan demo account yang disediakan, sebelum kita memutuskan menggunakan uang sungguhan untuk trading saham.

5. Tool Yang Digunakan
Ini berkaitan dengan apa saja yang kita butuhkan untuk melakukan analisis atau sebagai rujukan sebelum kita trading. Kita tanyakan ke broker apakah ada program chart, software yang bisa membantu kita mengatur portofolio kita, software analisis, dan lain sebagainya. Sekuritas/broker yang baik pastinya akan menyediakan perangkat-perangkat ini secara geratis. Dan mereka akan menjelaskan fungsi serta kegunaan dari masing-masing perangkat tersebut.

6. Pilih Tool Terbaik
Setelah kita memilah  dari sekian banyak perangkat yang bisa kita gunakan, tentukan mana yang terbaik. Yang nantinya akan mempermudah kita dalam trading.

7. Lakukan Deposit
Kita lakukan deposit atau pengisian rekening trading kita setelah langkah-langkah yang telah dijabarkan sebelumnya sudah dipersiapkan dengan matang. Gunakan uang dingin kita untuk trading saham. Jangan sekali-kali menggunakan uang yang seharusnya untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari sebagai modal trading. Apalagi sampai memutuskan untuk berhutang.

8. Membiasakan Diri Dengan Sistem Trading Broker
Kesalahan dalam menentukan transaksi akan membuang waktu dan modal. Untuk itu pelajari juga bagaimana cara melakukan transaksi dan melakukan pembelian serta bagaimana cara kerja trading platform yang disediakan broker saham. Jangan sampai karena kita tidak tahu cara order dan menggunakan trading platform, kita akan pusing sendiri. Lebih baik tanyakan semuanya kepada broker yang kita pilih.

9. Pilih Metode Pencatatan Trading
Setiap kali kita melakukan pembelian, setiap kali kita bertransaksi, catat dengan menggunakan metode yang mudah untuk dilakukan dan dipahami. Ini bertujuan untuk mengetahui proses transaksi yang kita lakukan selama ini seperti apa. Dari situ, kita bisa pelajari mana yang cocok dan pas untuk kita lakukan sehingga bisa mendatangkan profit, dan mana yang harus kita hindari sehingga kerugian dapat kita minimalisir.

10. Siap Trading
Apabila semua langkah telah kita lakukan dengan baik, dan semua prosesnya telah kita jalani dengan tepat,  berarti kita sudah siap untuk menjadi trader. Selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah belajar lebih banyak lagi untuk bisa bertransaksi saham berkualitas dan menghasilkan banyak profit seperti yang semua trader saham harapkan.

Dari tahapan-tahapan tersebut kita bisa tahu bahwa, untuk menjadi seorang trader saham itu mudah. Dengan kemauan untuk belajar dan memahami segala sesuatu yang berkaitan dengan transaksi di bursa saham, siapa saja bisa menjadi trader saham. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Jika kita mempersiapan segala sesuatunya dengan matang, tentunya hasil yang kita raih akan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Banyak jalan menuju roma - begitu pula banyak jalan untuk memperoleh keuntungan dari bisnis saham, salah satunya adalah menjadi seorang trader. Selamat berinvestasi!!!

Sumber : solerinvestments.com
Posted by: Ilham DC
Ilmu Investasi Updated at: 18.59
Comments
0 Comments

Rekomendasi Trading Saham Harian Geratis

rekomendasi saham harian geratis
Punya hasrat mengebu-gebu untuk segera bisa trading saham secara langsung, tapi belum mahir dalam analisis teknikal dan fundamental saham? Atau bahkan sama sekali nggak tahu bagaimana cara memilih saham potensial atau saham-saham yang menguntungkan? Mau dapat rekomendasi trading saham harian dari seorang pakar saham di Indonesia? Kenapa nggak mencoba untuk menjadi seorang trading follower? Nggak ada salahnya kita sebagai seorang trader pemula mengikuti beberapa saran yang diremokendasikan oleh seorang profesional saham. Selama proses sebagai seorang trading follower tidak semata-mata ingin enaknya saja, tapi kalau bisa sambil belajar trading juga bukan? Sehingga nantinya setelah kita mahir dalam melakukan analisis, menerapkan strategi, sampai melakukan money management, kita bisa melakukan trading saham secara mandiri tanpa menunggu rekomendasi dari orang lain.

Salah satu pakar saham Indonesia yang setiap hari memberikan tips trading saham harian secara geratis adalah Ellen May. Beliau yang merupakan praktisi investasi saham yang telah diakui predikatnya sebagai seorang trader profesional dan seorang mentor handal dalam pelatihan-pelatihan saham yang seringkali diadakan di berbagai kota di Indoensia, setiap harinya secara rutin membagikan tips dan rekomendasi saham harian melalui account twitter (@pakarsaham , setiap tips saham yang diberikan selalu disertai hastag #KopiPagi) dan juga melalui Facebook Fanspage-nya (Ellen May - Pakar Saham). Dan memang, micro blogging dan media jejaring sosial tersebut dikhususnya untuk memberikan informasi kepada siapa saja yang ingin belajar tentang saham dan mendapatkan tips saham hari ini dan minggu ini secara geratis.

Apa yang bisa kita pelajari dari setiap rekomendasi saham yang diberikan oleh Ellen May? Tentunya selain pilihan matang akan saham-saham potensial yang berpeluang besar memberikan keuntungan, kita juga bisa belajar proses analisa saham nya. Karena setiap tips saham yang diberikan, ada uraian yang secara gamblang menjelaskan kenapa saham tersebut potensial? kenapa saham tersebut punya peluang untuk menghasilkan profit? Jadi sambil menyelam minum air. Kita mendapatkan rekomendasi geratis sekaligus bisa belajar saham secara langsung.

Namun, kita juga harus tahu bahwa setiap tips saham yang diberikan oleh seorang trader tidak mutlak akan selalu memberikan keuntungan, apabila kita mengikuti saran mereka. Termasuk analisa saham yang dilakukan oleh Ellen May. Maka, setiap rekomendasi pasti ada disclaimer yang menyatakan bahwa tips trading saham tersebut boleh diikuti namun apabila terjadi kesalahan atau kerugian, resiko ditanggung sendiri :) Oleh karena itu, sebelum kita memutuskan untuk mengikuti saran trader lain, sebaiknya kita perhatikan beberapa hal berikut ini :

1. Model Trading
Kita lihat model trading yang dilakukan pemberi tips. Apakah sama dengan model trading yang kita lakukan. Untuk itu apabila kita mengikuti rekomendasi trading trader lain ,sangat disarankan untuk  memilih trader yang punya model trading seperti kita. Misal: kalau kita melakukan trading jangka panjang, maka saran trader yang harus kita ikuti adalah saran untuk trading jangka panjang pula.

2. Time frame Trading
Mengenai rentang waktu, jangan sampai salah pilih. Misal : trader tersebut menggunakan rentang waktu tahunan, jangan kita terapkan untuk trading harian atau mingguan. Tentu sangat fatal akibatnya kalau kita salah melihat rentang waktu yang digunakan.

Sekali lagi kami ingatkan, kita bisa saja mengikuti rekomendasi trading dari trader lain, tapi proses belajar trading secara mandiri tetap penting untuk kita lakukan. Tidak ada salahnya jika saat ini kita tergantung dengan orang lain, namun kita tetap berusaha hingga suatu saat nanti kita mampu menganalisa sendiri saham yang kita inginkan. Karena kepuasan seorang trader adalah ketika hasil analisanya sesuai dengan apa yang diharapkan. Lagipula, dengan pencapaian karena analisa sendiri tentunya akan membuat kita semakin matang sebagai seorang trader sejati. Dan artikel ini tidak bertujuan, untuk menggiring para pembaca sekalian agar menjadi trading follower-nya Ellen May. Tulisan ini kami buat semata-mata untuk memberikan informasi singkat tentang tips saham harian yang bisa diperoleh secara geratis dari trader lain, dengan resiko dan kerugian sepenuhnya menjadi tanggung jawab diri kita sendiri.
Posted by: Ilham DC
Ilmu Investasi Updated at: 22.09
Comments
0 Comments

Simulasi Trading Saham Online

Simulasi Trading Saham Online
Sebelum kita terjun langsung memasuki perdagangan saham sebenarnya, ada baiknya kita belajar terlebih dahulu bagaimana bertransaksi saham dan tahu lebih banyak tentang seluk-beluk transaksi saham. Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kemampuan/skill trading kita adalah dengan mengikuti simulasi trading saham secara online. Kita bisa belajar mengamati pergerakan harga secara live (real time), menganalisis saham baik secara teknikal maupun fundamental, sampai belajar menerapkan strategi trading layaknya seorang trader saham beneran.

Banyak penyedia fasilitas trading saham online yang menyediakan layanan simulasi secara geratis. Diantaranya adalah aplikasi simulasi trading yang disediakan oleh Kontan. Aplikasi tranding ini merupakan web based application, artinya kita bisa latihan trading secara langsung melalui website Kontan.co.id tanpa harus mendownload dan menginstal software di PC atau laptop kita. Tinggal melakukan registrasi online secara geratis, kemudian kita bisa langsung belajar trading saham secara real time tanpa harus melakukan deposit. Dan menariknya, simulasi saham di Kontan.co.id menghadirkan atmosfer trading layaknya kita sedang trading di pasar saham sesungguhnya. Karena ada kompetisi/lomba trading saham yang sering diadakan dengan hadiah berupa Android IMO tab dan voucher langganan kontan online yang bernilai ratusan ribu rupiah untuk para member yang berhasil menempati posisi 1,2,3 terbaik pada akhir periode lomba. Dengan adanya lomba trading ini, kita bisa belajar untuk menentukan target, mengatur portofolio dan money management layaknya seorang trader sungguhan.

Nah, selain aplikasi simulasi trading yang disediakan oleh Kontan, kita juga bisa mendapatkan aplikasi/software tersebut dari perusahaan sekuritas. Perusahaan sekuritas terbaik yang memang sangat memperhatikan nasabah dan calon nasabahnya, akan menawarkan fasilitas ini agar investornya bisa latihan dulu sebelum masuk ke real trading. Jadi kalau berminat untuk melakukan latihan trading, bisa kontak dengan sekuritas tersebut, kemudian tanyakan ke mereka mengenai software simulasi saham yang mereka sediakan. Jangan khawatir, karena untuk mendapatkannya geratis kok. Kita cukup melakukan registrasi dan melengkapi persyaratan yang dibutuhkan.

Lalu, berapa lama kita harus trading menggunakan simulator trading sebelum akhirnya siap untuk trading di bursa saham secara langsung? Berlatih trading online dengan menggunakan simulator trading, kita memerlukan waktu setidaknya minimal selama 3 bulan untuk bisa memahami seluk-beluk trading secara menyeluruh. Dan untuk bisa menemukan gaya trading yang sesuai dengan karakter kita, minimal kita butuh waktu selama 6 bulan berlatih trading menggunakan simulator. Hingga pada akhirnya kita siap untuk melakukan trading secara langsung.

Namun yang perlu di ingat, dalam melakukan trading menggunakan simulator, hasil yang kita dapatkan bukan patokan mutlak yang bisa kita jadikan acuan bahwa jika kita bisa meraih profit melalui simulasi trading saham, kita sudah siap untuk trading menggunakan uang sungguhan. Karena, dalam trading saham banyak faktor yang harus kita persiapkan. Tidak hanya sebatas mengetahui bagaimana cara menganalisa saham, mengatur portofolio dan bisa melakukan money management dengan baik atau menerapkan strategi dan teknik trading, kita juga harus bisa mengatur psikologi tranding kita. Trading saham di bursa saham dengan menggunakan uang sungguhan tentu akan sangat berbeda apabila kita trading menggunakan simulator. Untuk itu, salah satu langkah penting untuk menjadi seorang trader saham sukses adalah dengan belajar psikologi trading. Selamat Mencoba....
Posted by: Ilham DC
Ilmu Investasi Updated at: 15.48
Comments
0 Comments

Cara Trading Saham Untuk Pemula

trading saham
Mungkin masih banyak diantara kita yang belum tahu bagaimana cara memulai trading saham atau berinvestasi saham, khususnya bagi kita yang masih pemula yang berkeinginan untuk bisa berinvestasi dan trading saham. Trus apa saja yang perlu kita persiapkan untuk memulai trading saham? Untuk mulai investasi saham, kita tinggal menghubungi sekuritas yang kita pilih. Untuk memilih sekuritas bisa dibaca di artikel "Cara Memilih Sekuritas Bagi Pemula". Bisa juga dengan cara menghubungi team Ellen May. Untuk mengontak team investasi saham Ellen May, silahkan hubungi via email di pakarsaham@gmail.com.  Team tersebut akan membantu kita untuk membuka rekening sekuritas di beberapa kota. Nah langkah selanjutnya adalah, kita siapkan fotokopi KTP, NPWP, dan foto copy buku tabungan hal 1 serta lengkapi formulir pendaftaran. Selain formulir pendaftaran, kita juga harus melengkapi formulir RDI / Rekening Dana Investor. Nah, yang nggak punya NPWP (bahkan belum punya KTP) gimana dong? Bisa pinjam KTP / NPWP ibu / ayah / paman / bibi. Setelah kita melengkapi dokumen-dokumen dan mengembalikan ke sekuritas, maka tunggu dokumen diproses, sekitar 3-6 hari. Setelah itu kita akan menerima kode nasabah yang akan digunakan untuk keperluan transaksi saham. Selain itu kita juga akan menerima sebuah rekening bank baru atas nama diri kita sendiri untuk transaksi saham. Setelah kode nasabah di tangan kita, kita bisa mulai transfer uang / deposit uang untuk beli saham.

Lalu, berapa minimum transfer ? Minimum transfer bervariasi, mulai dari 5 juta (atau tergantung sekuritas yang kita pilih). Jika uang belum cukup bagaimana? Sebaiknya menabung dulu, kumpulkan “amunisi” untuk berinvestasi/trading. Tunda kesenangan kita untuk shopping, simpan uang untuk modal investasi trading saham. Nah buat yang modalnya terbatas, sangat disarankan untuk lebih berinvestasi jangka panjang saja daripada trading jangka pendek. Pilihan saham juga harus super selektif untuk modal kecil, karena tidak mudah mencari saham-saham sehat di antara saham third liner. Gunakan analisis teknikal untuk menentukan timing beli yang benar, bisa sambil belajar. Itu tadi sekilas tentang bagaimana cara memulai investasi dan trading saham untuk pemula. Selamat berinvestasi dan trading saham dengan riang gembira :)

Disadur dari Kultwit tentang Cara Trading Saham Untuk Pemula oleh Ellen May
Twitter account: @pakarsaham
Untuk selengkapnya bisa dilihat disini : http://chirpstory.com/li/55333
Posted by: Ilham DC
Ilmu Investasi Updated at: 13.54
Comments
0 Comments

Kesalahan Fatal Dalam Trading Saham

kesalahan trading saham
Mengambil keputusan dan menentukan waktu yang tepat kapan saham harus terjual menjadi hal yang tersulit dalam trading saham. Dan ini dialami oleh semua investor saham, entah itu investor jangka panjang maupun investor jangka pendek. Tentunya tidak ada ilmu pasti yang dapat digunakan untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk menjual saham, selain memanfaatkan indikator-indikator yang biasa digunakan oleh para trader profesional.

Yang terpenting adalah, kita mau belajar dari kesalahan orang lain, ini sangat berguna bagi kita khususnya bagi para trader saham pemula untuk menghindari kesalahan yang sama yang pernah terjadi. Contohnya : sebelum memutuskan untuk membeli saham kita harus pastikan alasan kita membeli saham tersebut. Misal, ada perusahaan yang menurut kita memiliki fundamental bagus, tapi ternyata mengalami penurunan harga saham secara spiral, untuk itu kita perlu petunjuk, berita, atau kabar terkini untuk mengetahui kenapa hal itu terjadi dan apa pengaruh yang akan terjadi pada sektor saham tersebut. 

Nah, penjelasan diatas adalah sebuah gambaran singkat tentang masalah yang seringkali kita alami sebagai seorang trader. Lalu apa sebenarnya kesalahan fatal yang seringkali dilakukan oleh para trader saham? Berikut ini kesalahan fatal dalam trading saham yang perlu di hindari :

1. Membeli Saham Bagus Di Sektor Yang Terpuruk
Sebuah saham dari perusahaan besar yang memiliki keuntungan besar dan nilai hutang yang kecil, akan menjadi sebuah saham buruk ketika sektor saham tersebut terpuruk. Dalam kondisi sektor terpuruk, sebuah perusahaan baguspun tidak bisa menjamin bahwa saham yang dimiliki dalam keadaan aman untuk kita beli. Artinya, dalam keadaan bearish, sebuah saham bagus dari perusahaan berfundamental baguspun dapan menjadi sebuah saham yang bayaha. Meskipun kita ketahui, disaat pasar sedang bearish banyak saham yang ditawarkan dengan harga murah. Namun, kita perlu berhati-hati dan tahu cara dan strategi membeli saham ketika market sedang bearish, untuk menghindari kerugian akibat kesalahan fatal dalam mengambil keputusan. 

2. Sering Melibatkan Emosi Dalam Setiap Transaksi
Melibatkan emosi dalam transaksi saham maksudnya adalah ketika kita sangat mengagungkan sebuah saham karena alasan tertentu, sehingga kita sangat jatuh cinta (terlalu fanatik) terhadap saham tersebut dan saking cintanya kita nggak perduli dengan pergerakan pasar, mau naik atau turun kita tetap berkeyakinan bahwa saham tersebut bagus. Hal ini akan menjadi boomerang bagi kita sekaligus akan menjadi sebuah perangkap. Karena tentunya kita tak akan mampu merealisasikan keuntungan dan meminimalisir kerugian kalau kita sendiri ogah-ogahan untuk melepas saham kita, padahal kita tahu bahwa harga sedang bagus ataupun harga sedang turun.

Sebenarnya kita boleh dan sah-sah saja untuk fanatik dengan satu saham, namun dengan catatan : fanatiklah ketika saham tersebut masih terus menghasilkan uang untuk kita, dan kalau tidak, buat apa ditahan, lebih baik di jual saja.

3. Tidak Siap Mengambil Keuntungan Ketika Ada Kesempatan
Seringkali kita cenderung untuk menahan semua saham kita ketika pergerakan pasar sedang naik. Hal ini memang bagus, tapi yang perlu diingat, tidak selamanya saham itu akan naik terus. Adakalanya saham akan turun. Untuk itu, tidak ada salahnya kita melepas sepertiga atau setengah dari saham yang kita miliki ketika harga saham naik secara cepat dan siknifikan. Dengan begitu kita bisa mendapat keuntungan tanpa harus kehilangan seluruh portofolio saham kita.

Sumber : Detik Finance
Posted by: Ilham DC
Ilmu Investasi Updated at: 04.55
Comments
0 Comments

Bagian Trading Saham Yang Tak Mudah Dilakukan

trading saham
Menurut kita, apa bagian trading saham yang tak mudah dilakukan atau yang tersulit untuk dilakukan? Bagi para trader pemula mungkin akan menjawab : yang paling sulit dan yang tak mudah dilakukan dalam trading saham adalah saat menganalisis atau memilih saham mana yang punya potensi bagus. Namun ketika kita mulai berhasil mempelajari strategi trading, ada tantangan yang akan kita hadapi saat trading, tantangan ini bukan lagi soal memilih saham. Tantangan berikutnya setelah kita menguasai strategi trading saham adalah mengatur timing/kapan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual saham. Tidak hanya membeli dan menjual, menentukan area untuk membatasi resiko juga merupakan tantangan tersendiri. 

Tantangan yang lebih besar lagi adalah ketika kedisiplinan dan kesabaran kita sebagai seorang trader diuji. Kedisiplinan seorang trader diuji ketika level stop loss tersentuh, seringkali trader memilih untuk "menawar" atau mengabaikannya. Kesabaran seorang trader diuji ketika ia harus menunggu supaya bisa "let profit run",atau melipatgandakan keuntunga. Melipatgandakan keuntungan dalam trading saham, terkadang membutuhkan waktu yang cepat, namun juga kadang harus menunggu berbulan-bulan lamanya. Ketika harus menunggu selama beberapa bulan supaya keuntungan terus menggulung, trader seringkali tergoda merealisasikan profit. 

Nah, strategi trading bisa kita dipelajari dengan cepat lewat pelatihan atau baca buku, namun tidak ada jalan pintas untuk berlatih psikologi trading. Untuk melatih psikologi trading, trader harus ditempa melewati masa jatuh bangun, suka duka sebagai trader. Proses melatih psikologi trading sangat penting, karena tak sedikit para trader saham yang mampu menguasai dan menerapkan strategi trading dengan baik, namun tetap jatuh ketika psikologi tradingnya tidak bagus.

Disadur dari Kultwit tentang Bagian Trading Saham Yang Tak Mudah Dilakukan oleh Ellen May
Twitter account: @pakarsaham
Untuk selengkapnya bisa dilihat disini : http://chirpstory.com/li/52253
Posted by: Ilham DC
Ilmu Investasi Updated at: 14.43
Comments
0 Comments

Beli Saham Blue chips, Lapis Pertama, Atau Saham Gorengan?

saham blue chips
Apakah dalam berinvestasi saham sebaiknya memilih saham lapis pertama atau saham blue chips saja ? Jawabannya adalah : tidak harus saham blue chips. Dalam memilih saham sebaiknya juga disesuaikan dengan trend pasar. Memilih saham yang “baik” bisa punya beberapa arti, apakah baik dalam fluktuasinya, atau dalam stabilitas pertumbuhan dalam jangka panjang. Ada saham yang harganya tumbuh dalam jangka panjang, namun dalam jangka pendek terkesan lelet / tidak fluktuatif. Contohnya? Contoh saham-saham tipe tersebut adalah KLBF (PT Kalbe Farma Tbk), BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk), dan Jasa Marga /JSMR, PGAS, dan lain-lain. Saham-saham uptrend meski lelet adalah “baik” untuk investor jangka panjang, untuk tujuan pelipatgandaan aset. Saham yang memiliki fluktuasi cukup besar seperti SSIA (PT Surya Semesta Internusa, Tbk),AISA, dan sejenisnya, cocok untuk trader. 

Trader adalah orang yang beli dan menjual saham dalam jangka pendek untuk memperoleh keuntungan dari selisih harga jangka pendek. Sebagai seorang pemula, jika kita punya tujuan investasi untuk jangka panjang, sebaiknya periksa baik-baik fundamental perusahaan. Untuk investasi jangka panjang, periksa juga manajemen, dan competitive advantage yang baik dari perusahaan. Perusahaan berfundamental baik juga memiliki manajemen perusahaan yang sehat dan transparan (good corporate governance). Sebuah perusahaan berfundamental baik, biasanya memiliki pertumbuhan laba bersih dalam jangka panjang secara konsisten, perusahaan yang bertumbuh juga mampu bersaing, rajin berinovasi dan memiliki nilai lebih. Misalnya ? Misalnya KLBF / Kalbe Farma yang tidak hanya bergerak di farmasi tapi terus ekspansi ke bidang konsumsi yang sangat dibutuhkan masyarakat. Baik trading maupun berinvestasi, sangat penting melihat trend harga yang bisa dilihat melalui grafik Analisis Teknikal. Analisis Fundamental untuk memeriksa kesehatan perusahaan, Analisis Teknikal sangat bermanfaat untuk menentukan timing beli dan jual. 

Pemilihan saham-saham blue chips biasanya untuk investor / trader pemula dan trader yang bersifat konservatif. Pergerakan saham-saham blue chips cenderung perlahan dan tidak banyak fluktuasi, ibarat pepatah Jawa “alon-alon waton kelakon”.  Sedangkan saham second liner seringkali memiliki pertumbuhan yang pesat karena sedang bertumbuh. Contoh : BBRI / PT Bank BRI Tbk, ASII / PT Astra International Tbk, ITMG / PT Indotambangraya Megah Tbk dan lain-lain. Untuk trader / investor saham dengan profil resiko moderat, saham-saham second liner / saham lapis kedua bisa dijadikan pilihan. Saham-saham lapis kedua yang memiliki pertumbuhan laba perusahaan yang baik dan konsisten, biasanya punya pertumbuhan harga yang cukup pesat pula. Pergerakan saham lapis kedua lebih cepat daripada saham lapis pertama, meski likuiditas dan kapitalisasinya tidak sebesar saham lapis pertama. Harga / nominalnya tidak sebesar saham lapis pertama, yaitu berkisar Rp 500 sampai dengan Rp 2000 per lembar saham. Contoh saham lapis kedua : Ciputra Development (CTRA), Pakuwon (PWON), Panin Life (PNLF), dll.

Saham lapis ketiga memiliki likuiditas sangat kecil dan fluktuasi harga yang sangat tinggi seperti roller coaster. Ibarat roller coaster, saham lapis 3 mudah naik puluhan %, dan sebaliknya mudah sekali turun puluhan %, high rewards high risk. Pemula sebaiknya waspada /hindari saham jenis ini karena pergerakannya yang sangat fluktuatif dan beresiko. Contoh saham lapis 3 yang sedang berjoget ria saat ini adalah CENT yang naik 148% hanya dalam 5 hari perdagangan. Jika kita  pemula, sebaiknya waspada terhadap saham yang terlalu labil seperti ini. Segera realisasikan keuntungan jika sudah untung. Demikian pula jika rugi, jangan biarkan kerugian membengkak.Segera batasi kerugian terutama pada saham lapis 3. Dalam melakukan investasi dan trading saham, sebaiknya jangan menyerahkan keputusan transaksi pada broker. Broker bertugas memberi informasi, masukan dan saran, serta menjalankan pesanan transaksi dari nasabah, bukan melakukan transaksi. Uang kita adalah tanggung jawab kita. Jika kita ingin investasi/trading saham, sebaiknya belajar dulu bagaimana strateginya.

Disadur dari Kultwit tentang Beli Saham Blue chips, Lapis Pertama, Atau Saham Gorengan? oleh Ellen May
Twitter account: @pakarsaham
Untuk selengkapnya bisa dilihat disini : http://chirpstory.com/li/50427
Posted by: Ilham DC
Ilmu Investasi Updated at: 21.39
Comments
0 Comments

Cara Terbaik Mempersiapkan Pensiun

pensiun
Krisis ekonomi global seringkali disebut-sebut oleh beberapa analis / ekonom sebagai akibat dari ulah para Baby Boomers. Baby Boomers adalah generasi di Amerika Serikat yang lahir pasca perang dunia II, antara tahun 1946 - 1964. Ceritanya, setelah perang dunia kedua berakhir, angka kelahiran di Amerika meningkat pesat, jumlahnya sekitar 30 % dari total populasi. Istilah Baby Boomers muncul dan terkenal di Amerika sejak keberhasilan Bill Clinton meraih kursi kepresidenan. Di Eropa dan Amerika Utara baby boomer tumbuh dengan hak istimewa, banyak tumbuh banyak subsidi yang meningkatkan kemakmuran. Mereka adalah generasi yang sehat, dan generasi terkaya saat itu. Generasi baby boomers mulai mengenal televisi. Mereka tahu Perang Vietnam, pembunuhan John F Kennedy, Martin Luther King Jr, dan Robert F Kennedy. Golongan ini juga mengenal musik, utamanya rock and roll, sebagai cara mengekpresikan identitas generasinya. Lalu mengapa Baby Boomers seringkali disebut sebagai generasi yang menyebabkan krisis finansial di era 2000? Baby Boomers, generasi kaya pada saat itu, adalah generasi yang terbiasa untuk bersenang-senang dan tidak terbiasa untuk berinvestasi. Memasuki era tahun 2000, generasi Baby Boomers mulai pensiun. Apa yang terjadi kemudian ? Ternyata kebanyakan dari mereka tidak punya uang yang cukup untuk masa pensiunnya. Wow !

Belajar dari fakta para Baby Boomers di atas, apa yang harus kita lakukan ? Kita bisa memilih mempersiapkan masa pensiun kita, atau bisa menjadi sama dengan para baby boomers tersebut. Lalu bagaimana caranya mempersiapkan masa pensiun dengan baik ? Menabung saja jelas tidak cukup. karena meskipun kita dibiasakan menabung sejak kecil, imbal hasil dari menabung jelas lebih kecil daripada tingkat inflasi. Cara terbaik mempersiapkan pensiun adalah dengan mulai berinvestasi saham sedini mungkin. Kita bisa memilih untuk menghabiskan penghasilan bulan demi bulan, atau memulai investasi saham

Investasi saham telah terbukti memberi pertumbuhan imbal hasil terbesar dalam 30-40 tahun terakhir. Banyak alasan orang tidak memulai berinvestasi, seringkali karena ingin bersenang-senang pada masa mudanya, dengan aji mumpung. Mumpung masih single, habiskan uang untuk bersenang-senang. Hmm.. apa yang akan terjadi kemudian? Setelah masa lajang berakhir, dan mulai menikah, kita akan mulai dibebani dengan berbagai biaya hidup dan pada saat itu orang mulai beralasan tidak punya cukup uang untuk berinvestasi karena habis untuk rumah tangga. Edukasi finansial dan investasi kepada anak-anak adalah sebuah solusi yang sangat penting bagi finansial mereka. Edukasi finansial tidak didapatkan di sekolah. Lalu bagaimana caranya mengedukasi anak-anak ? Mulai biasakan anak-anak menyisihkan uang saku untuk membeli sebuah saham yang defensif untuk jangka panjang. 

Boleh membeli saham secara rutin setiap bulan, sehingga menjadi sebuah kebiasaan bagi mereka untuk “menabung” saham. Untuk tujuan “menabung” saham / berinvestasi saham jangka panjang, sebaiknya pilih saham-saham defensif. Saham-saham defensif cenderung terus dibutuhkan oleh masyarakat dalam jangka panjang. Apa saja contohnya ? Saham defensif contohnya sektor konsumer dan farmasi, atau emiten pengelola jalan tol yang sangat dibutuhkan masyarakat. Untuk keperluan berinvestasi jangka sangat panjang, hindari saham-saham komoditas, CPO, dan pertambangan. Mengapa? Saham-saham sektor pertambangan dan komoditas cenderung bersifat musiman dan lebih cocok untuk trading jangka pendek.

Disadur dari Kultwit tentang Cara Terbaik Mempersiapkan Pensiun oleh Ellen May
Twitter account: @pakarsaham
Untuk selengkapnya bisa dilihat disini : http://chirpstory.com/li/46113
Posted by: Ilham DC
Ilmu Investasi Updated at: 22.13
Comments
0 Comments

 
PERHATIAN : Untuk mendapatkan update artikel terbaru dari blog Ilmu Investasi, silahkan bergabung melalui Facebook Fans Page - Twitter - Via Feeds - dan Google+ Kami
Kembali ke atas