4 Jenis Indikator Trading Forex

Indikator Forex Trading
Image courtesy of Investopedia.com
Banyak trader forex menghabiskan banyak waktunya untuk menentukan kapan saat yang tepat masuk pasar dan mencoba membaca tanda-tanda yang dapat dipakai sebagai indikasi bahwa saat inilah waktu yang pas untuk melakukan tansaksi open position (OP) buy/sell. Sementara itu, terkadang meskipun kita sangat bersemangat untuk melihat pergerakan harga, hasilnya selalu sama. Kalau nggak untung karena faktor "luck", ya tentunya rugi. Karena kita telah salah dalam mengambil keputusan. Nah, apa kita akan selalu mengandalkan faktor keberuntungan dalam setiap transaksi trading forex yang kita lakukan? Ingat! Dalam forex trading, tidak ada sebuah cara yang pasti yang bisa kita gunakan untuk meraih profit dari perdagangan pasar forex. Untuk itu, jika kita ingin sukses bisnis forex, kita harus belajar lagi untuk mengenali berbagai jenis indikator yang bisa membantu kita untuk menentukan moment terbaik melakukan buy/sell.

Berikut ini adalah 4 jenis indikator dalam trading forex yang wajib kita ketahui : 
1.  Indikator Untuk Trend Following
Sangat memungkinkan bagi kita untuk bisa mendapat profit yang besar jika kita memanfaatkan arah pergerakan harga sebagai patokan dalam trading. Melihat trend utama pergerakan harga sebelum melakukan OP mengikuti trend pasar, adalah cara termudah untuk memperoleh keuntungan dalam bisnis forex. Misal, ketika kita melihat pergerakan harga cenderung naik, maka kita ambil OP buy, dan ketika kita melihat trend utama sedang turun, kita ambil OP sell. Nah, inilah gunanya kita memahami indikator trend following. Namun, yang perlu kita perhatikan, meskipun indikator trend following bisa saja kita terapkan pada semua trading system yang kita gunakan, tujuan utama dari penggunaan indikator ini adalah untuk membantu kita menentukan apakah kita akan melakukan buy atau sell.

Salah satu cara yang tergolong sangat sederhana dalam metode trend following ini adalah dengan memperhatikan perpotongan yang terjadi pada indikator moving average.

2. Indikator Sebagai Konfirmasi Trend
Kadang kita membutuhkan konfirmasi apakah indikator yang kita pakai sudah menunjukkan arah trend yang pasti. Nah, dalam hal ini kita butuh yang namanya indikator yang dapat memberikan konfirmasi tepat bahwa pergerakan harga yang saat ini sedang terjadi adalah benar, bukan jebakan. Meskipun indikator ini bisa saja kita gunakan sebagai patokan OP. Namun, sebelum kita mengambil aksi buy/sell, sebaiknya kita pastikan dahulu apakah antara indikator ini dan indikator yang kita gunakan dalam trend following telah memberikan konfirmasi yang jelas. Nah, apabila kita telah mendapatkan konfirmasi arah trend secara pasti, tentu kita akan lebih percaya diri untuk melakukan OP buy/sell.

Salah satu indikator yang sangat berguna dan secara umum digunakan oleh para trader untuk mendapatkan konfirmasi trend harga yang tepat adalah indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence). 

3. Indikator Yang Menunjukkan Overbought/Oversold
Disaat kita sebagai seorang trader yang telah terbiasa trading dengan mengikuti trend, kita juga harus tepat dalam mengambil setiap keputusan yang membuat diri kita nyaman dalam melakukan OP dengan segera ketika trend terkonfirmasi akan naik/turun atau ketika kita sudah melihat tanda-tanda pembalikan arah. Dengan kata lain, ketika trend telah terkonfirmasi akan bullish, kita bisa segera mengambil posisi buy disaat harga masih turun atau OP disaat harga sudah mulai naik. Jika kita memutuskan untuk melakukan OP sesegera mungkin, kita bisa memutuskan untuk OP disaat uptrend ataupun downtrend telah terkonfirmasi dengan pasti. Namun, kita juga bisa menunggu sampai harga mulai berbalik arah. Dengan harapan resiko akan lebih kecil karena harga akan turun/naik dulu lebih jauh sebelum akhirnya akan berbalik arah. Nah, untuk itu indikator yang bisa menunjukkan overbough/oversold sangat berguna sekali.

Ada banyak indikator trading yang bisa menunjukkan overbought/oversold, salah satunya adalah indikator RSI (Relative Strength Index). 

4. Indikator Untuk Profit Taking
Indikator terakhir yang perlu kita ketahui adalah indikator yang bisa membantu kita untuk menentukan kapan saat yang pas meraih profit. Sebenarnya banyak indikator yang bisa kita gunakan, salah satunya adalah indikator Relative Strength Index (RSI). Indikator lain selain RSI yang bisa kita gunakan adalah Bollinger Bands. Bollinger bands termasuk kedalam indikator yang populer dikalangan trader. Indikator ini menampilkan data perubahan harga yang terjadi dari periode rata-rata harga penutupan. Kebanyakan para trader memang menggunakan bollinger bands sebagai acuan entry mereka. Selain sebagai indikator untuk profit taking, masih banyak lagi kegunaan indikator ini. Bisa kita pakai juga sebagai acuan pergerakan harga dan trend harga yang sedang terjadi saat ini.

Nah, mungkin selama ini kita masih seringkali menunggu entry poing yang jelas untuk melakukan OP. Dan tidak jarang kita selalu ragu dalam mengambil keputusan. Dengan mengenali jenis-jenis indikator trading forex tersebut, akan sangat bermanfaat sekali lo. Karena dengan mengetahui kegunaannya dan cara kerjanya, kita bisa mendapat kepercayaan diri dalam setiap keputusan transaksi trading yang kita ambil. Selain itu, dengan memahami setiap indikator, kita juga akan mendapat sinyal yang kuat yang akan mengarahkan kita pada keputusan yang tepat, apakah akan melakukan buy atau sell. Dan cara ini adalah salah satu cara untuk menganalisa dalam forex trading. Jika analisis yang kita lakukan benar, tentunya kita bisa menghindari resiko dan meraih profit lebih banyak lagi.

Sumber : Investopedia.com
Referral Banners
Posted by: Ilham DC
Ilmu Investasi Updated at: 23.07
Comments
0 Comments

0 comments:

 
PERHATIAN : Untuk mendapatkan update artikel terbaru dari blog Ilmu Investasi, silahkan bergabung melalui Facebook Fans Page - Twitter - Via Feeds - dan Google+ Kami
Kembali ke atas