Tips Trading - Perhatikan Volatilitas Harga Saham

volatilitas saham
Image Courtesy of Jaringnews.com
Volatilitas adalah besarnya jarak antara fluktuasi / naik turunnya harga saham. Saham yang naik tinggi dengan cepat, lalu tiba-tiba turun dalam dengan cepat, disebut volatilitas nya tinggi. Contoh saham yang volatilitasnya tinggi adalah ADES, ASGR, dan beberapa saham lapis 3. Biasanya saham-saham yang volatilitas nya tinggi cenderung merupakan saham lapis 2 dan 3 karena mudah digerakkan harganya. Nah ada pula saham yang cenderung “kalem”, dalam arti pergerakan harganya tidak terlalu bergejolak. Biasanya saham-saham kalem / volatilitas rendah itu adalah saham-saham blue chips, lapis pertama, yang gerakannya lebih elegan. Mana yang lebih menguntungkan, saham yang volatil atau saham yang kalem / volatilitasnya rendah?

Baik saham yang volatilitas nya tinggi ataupun rendah (kalem) keduanya sama menguntungkan, dengan perlakuan/strategi berbeda. Saham-saham yang volatilitas nya tinggi cocok untuk trader jangka pendek, dan trader yang cenderung agresif. Untuk trading saham yang volatilitas nya tinggi, trader sebaiknya sudah terlatih dan stabil dalam psikologi trading. Ketika trading saham yang volatilitas nya tinggi, trader juga harus disiplin dan punya planning sebelum bertransaksi. Jangan sampai naik turunnya harga yang tinggi malah mengaburkan akal sehat dan trading dikendalikan oleh emosi. 

Saham dengan fluktuasi harga yang tinggi disenangi oleh para trader, namun saham ini juga bisa memicu kerugian besar kalau tidak hati-hati. Saham yang volatilitas nya tinggi memiliki jarak fluktuasi harga yang lebar, mudah naik dan mudah turun. Saham yang sangat volatil seringkali dalam transaksi harian pergerakannya bisa mencapai 5-10% atau lebih. Saham yang volatilitas rendah bergerak agak lambat. Setiap kali naik sekitar 1-2% atau kurang. Saham yang volatilitas tinggi cocok untuk trader jangka pendek / swing trader. 

Saham yang volatilitas rendah cocok untuk trader jangka panjang (trend following) ataupun investor jangka panjang. Salah satu tips trading pada saham yang volatilitas nya tinggi adalah dengan melihat pola dari volume. Jangan terjebak pada saham yang tiba-tiba ramai sesaat. Pada saat suatu saham tidur sedang digerakkan, saham tersebut bisa sangat volatil. Jangan terjebak, setelah puas digoreng, saham tersebut biasanya tidur lagi, dan akhirnya yang masuk belakangan akan gigit jari.

Trading saham ber volatilitas tinggi memang sangat menggairahkan. Bisa untung puluhan persen dalam waktu singkat. Namun resiko dalam trading saham ber volatilitas tinggi sangat besar dan harus banyak berlatih dulu. Ibaratnya, kalau mau ngebut di Formula One, harus berlatih mengemudi dulu perlahan pada awalnya. Demikian juga trading. Selain memperhatikan volume, sebaiknya trading saham volatilitas tinggi juga pada saat trend harga saham tersebut naik. Trend besar harga saham ibarat ombak besar yang mendorong “ripples” atau riak-riak kecil bergerak ke arah tertentu. Dengan memperhatikan trend besar berarti kita sedang mengikuti “ombak” utama dari pergerakan saham dan meminimalkan resiko.

Disadur dari Kultwit tentang Tips Trading - Perhatikan Volatilitas Harga Saham oleh Ellen May
Twitter account: @pakarsaham
Untuk selengkapnya bisa dilihat disini : http://chirpstory.com/li/62504
Cara Menghasilkan uang dengan HP
Posted by: Ilham DC
Ilmu Investasi Updated at: 21.55
Comments
0 Comments

0 comments:

 
PERHATIAN : Untuk mendapatkan update artikel terbaru dari blog Ilmu Investasi, silahkan bergabung melalui Facebook Fans Page - Twitter - Via Feeds - dan Google+ Kami
Kembali ke atas