6 Cara Agar Terbebas Dari Hutang

bebas hutang
Di era konsumerisme seperti sekarang ini, banyak hal yang memancing kita untuk menjadi konsumen yang tidak cerdas. Kita pikir aja, sekarang ini apasih yang ga bisa dihutang, dicicil atau dikredit? Nah, hampir semua hal bisa di hutang, dan bisa dikredit. Karena kemudahan inilah, yang membuat kita tidak sadar kalau kita ternyata gemar menumpuk hutang. Tak heran jika kita lakukan financial check up hasilnya akan menunjukkan kalau rasio cicilan (Dept Service Ratio) kita besar. Ditambah jika ternyata kita tidak bisa memanage cash flow. Sudah barang tentu, pilihan berhutang akan kita ambil untuk memenuhi hasrat kita memiliki sesuatu. Hal ini tentunya akan sangat menghawatirkan, apabila kita terbiasa menumpuk hutang. Kita semua pastinya pernah mengalami, rasanya punya hutang itu seperti apa - tidur nggak nyeyak dan makanpun nggak enak. Apalagi jiga hutang yang kita miliki ternyata nggak lunas-lunas gara-gara kita terlalu banyak hutang. Lalu, apa solusinya? Bagaimana cara agar kita bisa terbebas dari hutang? Berikut ini 6 cara agar terbebas dari hutang :

1.) Harus Jujur Pada Diri Sendiri
Artinya, kita harus mampu mengerti kemampuan diri kita sendiri. Tidak memaksakan kemampuan finansial kita. Banyak contohnya dimana kita tidak bisa jujur pada diri sendiri mengenai kemampuan finansial kita. Misalnya, kita yang berpenghasilan 5 juta terlalu memaksakan diri untuk bergaya hidup seolah-olah kita berpenghasilan 10 juta. Dan ini yang menyebabkan seringnya cash flow tiap bulan kita minus gara-gara terlalu banyak tunggakan kartu kredit, hutang KTA, dan hutang-hutang lainnya. Kita bisa saja membohongi orang lain dengan penampilan dan gaya hidup kita, tapi apabila kita tidak jujur pada diri kita sendiri tentang kemampuan finansial kita, hal ini akan menjadi sebuah boomerang keuangan pribadi kita.

2.) Buat dan Miliki Tujuan Keuangan
Mulai untuk punya tujuan keuangan. Jangan terlalu gampang mengeluarkan uang hanya untuk hal-hal yang sifatnya tidak terlalu penting dan cenderung hanya untuk pemuas hasrat konsumerisme kita saja. Mulai pikirkan untuk mempersiapkan dana pensiun, investasi, bahkan kita perlu berfikir tentang dana pendidikan anak-anak kita kelak. Ini memang ga mudah, tapi coba bayangkan. Seandainya kita bisa sedikit-demi sedikit mengumpulkan uang untuk tujuan keuangan yang sudah kita tentukan, maka tentunya kita tak akan tergiur dengan sesuatu yang kurang penting dan tentunya hutang akan terhindari.

3.) Catat Setiap Aset Yang Kita Miliki
Banyak diantara kita yang punya aset untuk melunasi hutang tapi kita malah memilih tidak melunasi. Coba bayangkan kalau kita punya uang tunai di tabungan kita sebesar Rp 50 juta, tapi disisi lain kita juga punya hutang kartu kredit Rp 10 juta? Kita tentunya hanya akan mendapatkan return 3-4% per tahun dari bank, sementara kita harus bayar bunga 2-4% per bulan dan jika dikalkulasi, akan menjadi 24-48% per tahunnya! Untuk itu, sangatlah penting untuk menggunakan aset yang kita miliki untuk melunasi hutang, lalu kita bisa alihkan cicilan hutang kita untuk tabungan dan investasi yang benar.

4.) Belajar Untuk Berkata "Tidak"
Berapa kali dalam sehari kita menerima iklan promosi produk, usaha/bisnis, tawaran kartu kredit, investasi, asuransi, dll? Mulai dari sms, blackberry messenger (BBM), email, twitter, Facebook, dan lain sebagainya. Nah, disaat kita tertarik pada penawaran-penawaran tersebut dan kita tidak bisa untuk menolak atau mengatakan "tidak", tentunya akan menambah pengeluaran kita meskipun sebenarnya semua penawaran tersebut tidak kita butuhkan sama sekali. Jika hal ini terjadi, maka akan bertambah sulit apabila pembayaran dilakukan dengan autodebet credit card. Hutang konsumtif akan bertambah tanpa akses dari kita dan ini selalu rutin. Jadi, berani dan tegaslah untuk berkata "tidak", lakukan transaksi di mana kita sendiri yang memiliki inisiatif karena kita memang membutuhkan.

5. Belajar Untuk Mengatakan Cukup
Hal yang sering terjadi pada kita pemegang kartu kredit, khususnya kaum hawa, yaitu membeli barang  hingga dalam jumlah banyak dengan jenis barang yang sama dengan alasan "mumpung lagi ada diskon / cuci gudang". Diskon akan selalu ada, jadi nggak perlu kawatir, karena buat apa sih menumpuk barang yang belum tentu akan kita gunakan dalam waktu dekat bahkan kemungkinan malah bisa expired karena terlalu lama disimpan, ditumpuk dalam lemari atau gudang.

6. Tingkatkan pendapatan/income kita
Memang, beban berat dari hutang yang ada sebenarnya dapat membuat kita menjadi lebih kreatif untuk mencari alternatif income tambahan. Kita bisa memulainya dari usaha/bisnis yang tidak memerlukan modal besar, misalnya : bisnis online yang saat ini sedang marak, seperti jual baju online, jual pernak-pernik, dan banyak lagi produk-produk yang bisa kita pasarkan secara online berdasarkan minat para pembeli untuk saat ini. Tapi pertanyaannya, apakah kita akan lebih memilih untuk meningkatkan pendapatan karena alasan ada cicilan hutang yang harus kita bayar, dibandingkan kita meningkatkan pendapatan karena kita punya tujuan keuangan yang lebih sehat? 

Nah, kalau kita sudah bisa menyicil hutang konsumtif yang selama ini menjadi beban keuangan kita, maka sebenarnya tanpa  menyadarinya kita punya kemampuan besar untuk bisa berinvestasi dan mencapai tujuan keuangan kita dimasa yang akan datang. Jadi, kalau tanpa hutang kita bisa hidup tenang, kenapa kita lebih memilih untuk berhutang?

Sumber : (Ang/DetikFinance)
Referral Banners
Posted by: Ilham DC
Ilmu Investasi Updated at: 20.46
Comments
0 Comments

 
PERHATIAN : Untuk mendapatkan update artikel terbaru dari blog Ilmu Investasi, silahkan bergabung melalui Facebook Fans Page - Twitter - Via Feeds - dan Google+ Kami
Kembali ke atas