Saatnya Investasi Demi Masa Depan

saatnya investasi
Apa yang muncul di otak kita ketika mendengar kata "investasi"? Sebelum mengetahui lebih banyak tentang bagaimana berinvestasi, kita harus tahu dulu bagaimana cara merencanakan keuangan. Merencanakan keuangan itu mudah. Tidak perlu menunggu kaya dulu. Sebaiknya perencanaan keuangan dilakukan sedini mungkin, meskipun belum punya uang. Yang perlu dipikirkan dalam hal investasi adalah apa tujuan kita berinvestasi? Tujuan investasi harus SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Timetable). spesifik, terukur, bisa dicapai, realistis, dan terjadwal. Setelah mengetahui kriteria dasar dalam investasi, jadi tujuan kita berinvestasi itu apa? Investasi ada yang bertujuan untuk dana darurat, dana pendidikan, dana pensiun, atau proteksi. Itu untuk tujuan investasinya, lalu bagai mana dengan tujuan finansial kita. Tujuan finansial itu apa? Harus dibedakan antara "need" (kebutuhan) dan "want" (keinginan). Setelah kita bisa membedakan mana kebutuhan kita dan mana keinginan kita, maka kita sudah bisa menentukan tujuan finansial kita. Jadi untuk kita yang masih boros, segeralah bertobat! Ada yang namanya MBA = Managemen By Amplop. Pisah-pisahkan uang untuk pos-pos pengeluaran yang berbeda-beda. Tapi buat dulu detil pengeluaran rutin  dan pengeluaran pribadi kita. 

Untuk perencanaan keuangan kita, bisa dilakukan seperti berikut ini :
- Tips perencanaan keuangan pertama : menabung dulu, baru untuk yang lain-lain,
- Tips perencanaan keuangan kedua : pisahkan rekening untuk tabungan, pengeluaran, dan sebagainya. Ke ATM seminggu sekali saja.
- Tips perencanaan ketiga : menabung di awal gajian. besarnya minimal 10% dari total gaji. Tapi besarnya bunga tabungan itu cuma 1% loh. Dan inilah alasan mengapa kita perlu investasi.

Kita ini generasi sandwich artinya kita ini dalam soal pengeluaran terpepet seperti sandwich oleh kebutuhan keluarga yang banyak. Semua orang punya pekerjaan dan penghasilan, tapi selalu terasa kurang. kenapa? Karena gaya hidup berubah. Tagihan dan hutang menumpuk, dan itu juga dialami oleh orang-orang berpenghasilan besar! kenapa? Karena kurang perencanaan. Biar nggak kebobolan caranya bagaimana?
- Pertama : ketahui kondisi keuangan kita secara umum dan problematikanya
- Kedua : hitung berapa jumlah hutang dan mulai melunasinya secara teratur. Hutang baik vs. hutang buruk. Contoh hutang baik adalah hutang KPR, modal itu hutang baik karena akan mendapatkan sesuatu. Kalau utang kartu kredit adalah contoh hutang buruk. 
- Ketiga : identifikasi pola pengeluaran rutin untuk membuat perencanaan keuangan yang lebih baik. 

Dana darurat tentunya berbeda dari tabungan rutin. Hitungannya adalah. single 4x pengeluaran bulanan, nikah 6x, menikah + anak 9-12x. Rekeningnya dipisah. Tidak ada salahnya kalau belum menikah, kita juga mulai memikirkan berapa dana pendidikan yang harus  disediakan untuk anak-anak kita kelak. Tanya-tanya berapa biaya sekarang + inflasi 15%. Dana pendidikan bukan cuma biaya bayar sekolah, tapi yang lain-lain juga seperti seragam, alat tulis, dan sebagainya. SD, SMP, SMA, kuliah loh! Dana proteksi juga perlu dipikirkan. Ini untuk asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Yang perlu ditanyakan dalam memilih asuransi jiwa adalah berapa uang pertanggungannya. Cari yang preminya kecil, tapi uang pertanggungannya besar. 

Jenis-jenis investasi ada saham, ada reksa dana saham. Apa sih bedanya? Investasi reksa dana saham itu seperti kita mau ke Solo naik bis, sudah ada sopirnya dan kita tinggal tidur saja, tau-tau nanti sudah sampai tujuan. Tidak perlu mikirin apa-apa. Investasi reksa dana itu kita percayakan dana kita ke "sopir" alias manager investasi. dia yang akan memilih, dia yang akan mengelola, dengan dana sedikit bisa. Kalau investasi saham, kita seperti naik motor/mobil ke solo. Musti punya motor/mobil, harus milih rute sendiri, nanggung derita sendiri. Kalau investasi saham, kita milih sendiri dengan minimum pembelian satu lot, keuntungan dan kerugiannya untuk kita sendiri. Kalau beli saham, beli saham produk sehari-hari yang kita tahu. Misalnya produk minuman, mobil, dan lain-lain. Lihat mana yang laku. Harga saham akan naik juga. Beli saham sedikit saja, 1 lot, tapi perhatikan fluktuasi harga. Beli saham pas harga murah, jual pas naik. Dan kita juga bisa memperoleh dividen (pembagian keuntungan). Investasi saham itu haram atau halal? MUI menyatakan saham itu halal, kecuali produk-produk yang jelas haram misalnya: alkohol. Halal haramnya saham, selengkapnya bisa dilihat disini.

Investasi bisa juga dilakukan melalui jual beli emas. Yang jelas, bunga investasi lebih besar daripada bunga tabungan. Jenis investasi yang lain adalah obligasi dan pasar uang. Saham, reksadana dan obligasi itu tidak bisa diambil sewaktu-waktu. Pasar uang lebih bebas. Dalam investasi itu tidak ada yang pasti. Jadi jangan percaya kalau ada yang menawarkan bahwa ini investasi pasti akan menghasilkan keuntungan sekian persen. Yang jelas kalau investasi itu harus ada barangnya. Kalau saham, pasti ada produknya. kalau emas pasti ada emasnya. tapi kita juga harus cerdas membaca harga.

Disadur dari Kultwit tentang Saatnya Investasi Demi Masa Depan oleh Akber Salatiga
Twitter account: @AkberSalatiga
Untuk selengkapnya bisa dilihat disini : http://chirpstory.com/li/46430
Cara Menghasilkan uang dengan HP
Posted by: Ilham DC
Ilmu Investasi Updated at: 11.53
Comments
0 Comments

 
PERHATIAN : Untuk mendapatkan update artikel terbaru dari blog Ilmu Investasi, silahkan bergabung melalui Facebook Fans Page - Twitter - Via Feeds - dan Google+ Kami
Kembali ke atas