Inflasi Tahun 2013 Dan Berbagai Faktornya

inflasi 2013
Kita tahu bahwa inflasi merupakan hal yang sangat sensitif dan berpengaruh pada harga saham. Inflasi adalah proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus berkaitan dengan mekanisme pasar. Beberapa faktor yang menyebabkan inflasi antara lain : konsumsi masyarakat yang meningkat. Selain itu inflasi disebabkan oleh berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu spekulasi dan ketidak lancaran distribusi barang.

Inflasi disebabkan karena uang yang beredar di masyarakat semakin banyak. Contohnya :ketika gaji PNS naik, orang cenderung lebih konsumtif. Karena konsumtif, banyak belanja, permintaan suatu barang naik, harga barangnya jadi meningkat, jadi deh inflasi. Dengan kata lain inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Apa hubungannya inflasi dengan pasar modal? Apa dampak inflasi bagi harga saham ? Kalau inflasi naik di luar ekspektasi, biasanya harga saham cenderung turun. Saham-saham yang terpengaruh inflasi biasanya adalah saham sektor consumer goods dan property. Sektor properti terpengaruh karena biasanya jika inflasi naik maka suku bunga kredit cenderung naik "termasuk bunga KPR". Sektor yang cukup kebal dengan inflasi adalah sektor yang banyak ekspor karena produk yang mereka jual dihargai dengan Dollar. 

Inflasi tidak selamanya buruk, Inflasi yang sesuai ekspektasi merupakan cermin perkonomian sebuah Negara sedang bertumbuh. Bagaimana kira-kita tingkat inflasi tahun 2013 ini ya ? Apa saja kira-kira faktor pendongkrak inflasi tahun 2013? Salah satu pendongkrak inflasi di awal tahun 2013 ini adalah meningkatnya TDL atau Tarif Dasar Listrik. Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 15 persen yang mulai diberlakukan per 1 Januari 2013 bisa memicu terjadinya inflasi. Bahkan inflasi pada 2013 bisa lebih tinggi daripada 2012, karena banyak faktor pendorong. Kenaikan TDL ini mungkin tidak akan terasa pengaruhnya di awal-awal tahun. Namun dampaknya akan terasa setelah beberapa bulan berjalan. 

Faktor pendongkrak inflasi lainnya adalah momen Idul Fitri di pertengahan 2013. Selain itu, pada 2013 juga ada kenaikan upah buruh / Upah Minimum Kerja, di mana bagi pengusaha dianggap memberatkan. Sampai tanggal 27 November 2012, sudah 23 provinsi dari 33 provinsi yang telah menetapkan UMP/UMK tahun 2013. Mengapa peningkatan UMK yang drastis dapat memicu inflasi ? 23 provinsi yang tercatat sudah menetapkan UMP 2013 adalah Nanggore Aceh Darussalam (NAD), Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Papua serta enam provinsi lainnya. Jawa Tengah dan DIY memutuskan untuk tidak menetapkan UMP, tapi kedua gubernurnya telah menandatangani SK penetapan upah minimum. 

Kenaikan UMP 2013 di wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat merupakan yang tertinggi dalam sejarah upah buruh di Indonesia. Tahun ini kenaikan upah sangat signifikan di berbagai daerah terutama di DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat dengan kenaikan hingga 40%. Kenaikan UMP sebesar 40% ini membawa dampak yang cukup signifikan dan dapat mengakibatkan inflasi. Selain inflasi, dengan meningkatnya UMP DKI sebesar 40%, banyak pekerja yang terserap dari daerah menuju wilayah DKI. Dengan semakin banyaknya warga yang pindah ke DKI untuk mengejar UMK fantastis, akan membuat kota Jakarta semakin padat. Apakah dengan meningkatnya UMK sebesar 40% buruh juga akan semakin sejahtera?

Penelitian menunjukkan,semakin besar pendapatan seseorang, cenderung juga akan mengubah gaya hidup semakin mahal. Jika mindset tidak dibenahi, peningkatan upah sebesar 40% juga tidak akan membawa kemajuan finansial buruh, karena uang habis terus. Dengan meningkatnya sikap konsumsif masyarakat, otomatis inflasi akan meningkat pesat di Jakarta! Bahkan tidak hanya di Jakarta. Meski sejumlah daerah UMP tidak naik drastis, tapi mereka harus menyesuaikan diri. Mengapa? Banyaknya karyawan yang berniat hengkang ke Jakarta membuat beberapa wirausaha di luar Jakarta mau tak mau menaikkan gaji. Secara tidak sadar, sikap konsumtif dalam masyarakat di berbagai wilayah pun ikut naik dan inflasi terus terdorong. 

Sisi positifnya, ketika daya beli masyarakat meningkat, hal ini bagus untuk berbagai sektor industri terutama konsumsi, ritel, dan properti. Namun, sisi negatifnya, bagi beberapa perusahaan yang tidak mampu membayar UMK yang naik 40% itu, mau tak mau melakukan PHK. Bahkan tidak jarang juga perusahaan yang mengalami kebangkrutan karena harus menanggung biaya besar, memilih tutup. Jika perusahaan gulung tikar atau melakukan PHK, maka karyawan juga yang akan dirugikan. Jika perusahaan tidak mengurangi jumlah karyawan, maka otomatis UMK yang tinggi akan membuat biaya operasional perusahaan naik. Jika cost perusahaan naik, maka laba akan berkurang, dan hal itu dapat membuat harga saham emiten tersebut turun. Selain itu inflasi mengakibatkan suku bunga kredit naik. Jika suku bunga kredit naik, perusahaan yang banyak utang akan tercekik. 

Disadur dari Kultwit tentang Inflasi Tahun 2013 Dan Berbagai Faktornya oleh Ellen May
Twitter account: @pakarsaham
Untuk selengkapnya bisa dilihat disini : http://chirpstory.com/li/45852
Referral Banners
Posted by: Ilham DC
Ilmu Investasi Updated at: 22.35
Comments
0 Comments

 
PERHATIAN : Untuk mendapatkan update artikel terbaru dari blog Ilmu Investasi, silahkan bergabung melalui Facebook Fans Page - Twitter - Via Feeds - dan Google+ Kami
Kembali ke atas